Baru 438 Nakes di Lobar yang Divaksin

VAKSIN : Program vaksinasi untuk tenaga kesehatan beberapa waktu lalu. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Vaksinasi Covid-19 di Lombok Barat sedang berjalan. Yang didahulukan adalah para tenaga kesehatan. Hingga saat ini, baru 438 tenaga kesehatan yang divaksin.

Hal tersebut disampaikan dr H Ahmad Taufiq Fatoni, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lombok Barat. Kata Fatoni, proses vaksinasi tenaga kesehatan di Lombok Barat berjalan dengan lancar. Walaupun sempat terkendala pada saat pendaftaran di aplikasi, namun hal tersebut sudah ada solusi. “ Jadi sempat terkendala pada pendaftaran di aplikasi “peduli lindungi” namun sebentar saja karena saat ini sudah bisa manual melalui SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) Puskesmas,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, vaksinasi tenaga kesehatan di Lombok Barat ditarget perhari sebanyak 20 tenaga kesehatan yang divaksin di masing-masing Puskesmas dan 50 tenaga kesehatan di rumah sakit. Target vaksinasi tenaga kesehatan ini selesai pada tanggal 28 Januari 2021. “ Kami targetkan akan selesai sesuai dengan jadwal dan kami mohon dukungan dan doanya agar berjalan lancar,” ungkap Fatoni.
Lebih lanjut ia meminta semua pihak tetap menjaga protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari untuk mencegah penularan virus corona. Ia juga meminta agar masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh hoaks tentang vaksin yang saat ini banyak beredar. Hal ini karena vaksin ini sudah memperoleh izin dari BPOM dan memperoleh sertifikasi halal dari MUI. “ Seperti yang disampaikan Pak Bupati saat divaksin kemarin, mari kita serahkan pada ahlinya karena vaksin Sinovac ini sudah memperoleh sertifit halal dari MUI dan izin BPOM jadi masyarakat jangan percaya pada informasi hoaks dan menyesatkan tentang vaksin ini,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat, Ahad Legiarto, meminta masyarakat tidak cepat terpengaruh oleh informasi hoaks tentang vaksin. Saat ini banyak beredar informasi hoaks tentang vaksin yang sumbernya tidak jelas. Hal ini menurut Ahad dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap vaksin. Karenanya ia meminta agar masyarakat tidak cepat percaya dan melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar. “ Masyarakat perlu melakukan verifikasi terhadap informasi agar tidak mudah termakan oleh info hoaks dengan melihat sumber informasi tersebut apakah dari lembaga resmi yang dapat dipercaya atau tidak,” ungkapnya.
Direktur RSUD Tripat, Drg. Arbain Ishak, mengatakan, untuk di RSUD Tripat sendiri pelaksananaan vaksinasi sudah dimulai beberapa bulan lalu, namun masih ada kendala karena, lambatnya pemberitahuan jadwal sehingga tidak sesuai dengan rencana.” Kita sudah mulai, tetapi banyak yang gagal divaksin,” ungkapnya.
Penyebab Nakes gagal divaksin, karena tidak lulus screening, dimana kendalanya ada yang berupa darah terlalu tinggi, dan penyebab yang lainnnya, sehingga tidak bisa diberikan vaksin.” Termasuk saya kemarin gagal divaksin, karena tidak lolos pas screening,” ungkapnya.
Pihaknya menargetkan, pelaksanaan vaksinasi di RSUD Tripat bisa selesai pada tanggal 31 Januari nanti sesuai dengan target yang sudah ditetapkan, dengan cara menargetkan dalam satu hari 50 Nakes bisa divaksin, sedangkan jumlah Nakes di RSUD Tripat sekitar 554 orang Nakes.(ami)