Baru 30 Persen Perusahaan Beroperasi kembali

DIBUKA : Pusat perbelanjaan di Kota Mataram yang mulai buka pasca ditutup sementara karena pandemi Covid-19. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )
DIBUKA : Pusat perbelanjaan di Kota Mataram yang mulai buka pasca ditutup sementara karena pandemi Covid-19. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Meski penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) di NTB semakin meluas dan bahkan Kota Mataram masuk lima besar nasional peningkatan jumlah kasus positif Corona tingkat nasional, Pemkot Mataram justru melonggar semua sektor usaha mulai beraktivitas, termasuk membuka mal dan pertokoan termasuk tempat hiburan (café).

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) NTB menyebut sebanyak 30 persen perusahaan mulai aktif kembali. Sejumlah pengusaha saat ini sudah berbenah, meskipun belum secara utuh mengikuti kenormalan baru (New Normal).

“Kalau secara utuh di NTB, khususnya Lombok itu sekiar 30 persen perusahaan mulai beroperasi. Kemungkian akan bertambah sambil melihat kondisi kedepannya,” kata Ketua Apindo NTB Ni Ketut Wolini, Rabu (10/6).

Wolini mengatakan, mulai bukanya sejumlah perusahaan, para pekerja yang sempat dirumahkan pun kembali bekerja. Baik dibidang perdagangan maupun jasa, seperti pertokoan, ritel modern, pusat perbelanjaan dan hotel. Meskipun mekanisme berupa penerapan shift (pengaturan jadwal, red). Dengan sudah ada yang di pekerjakan, artinya perekonomian di NTB ini sudah mulai bergerak, meski terbatas.

“Karena pegusaha sudah mulai buka, tetapi tetap menggunakan standar Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, semakin menurun angka kasus virus corona (Covid-19) maka perusahaan yang kemblai operasional semakin bertambah. Tak hanya itu, perkerja yang di perkerjakan tentu bisa mencapai 100 persen . Untuk itu pihaknya terus memantau perkembangan infomasi Covid-19.

“Perusahaan yang baru mulai buka, itu kira-kira ada sekitar 50 persen pekerja yang dirumahkan sudah berkerja, meskipun menggunakan sistem shift,” terangnya.

Disisi lain, anggota Apindo NTB tercatat ada sebanyak 600 perusahaan. Di mana baru beberapa saja mulai kembali operasional setelah menutup sementara usaha mereka. Mengingat, di tengah kondisi Covid-19 para pengusaha memilih untuk berbenah memasuki masa kenormalan baru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram, Hariadi mengatakan, ribuan karyawan dirumahkan saat ini mulai kembali bekerja. Sebelumnya tercatat sebanyak 1.400 orang pekerja dirumahkan. Sektor yang mulai kembali memperkerjakan pekerjakan yakni perdagangan dan jasa.

“Kemarin mereka dirumahkan, dan giliran untuk bekerja. Sekarang ini sekitar 50 persen atau sebanyak 700 orang pekerja sudah masuk lagi,” katanya.

Kondisi sekarang ini tidak hanya pusat perbelanjaan dan pertokoan mulai buka usahanya. Melainkan beberapa perhotelan di Kota Mataram juga sudah mulai beroperasi. Sehingga karyawan yang selama ini di rumahkan kembali kerja. Hanya saja para karyawan diterapkan sistem shift.

“Sekarang ini mereka bekerja menggunakan sistem shift,” ujarnya. (dev)