Baru 28 Orang Mendaftar Masuk Polri di KLU

DIUKUR: Pendaftar tes masuk Polri diukur tinggi badan di Polres KLU. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG — Pendaftaran calon anggota Polri di Polres Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih minim. Terbukti, sejak pendaftaran dibuka 31 Maret lalu, yang mendaftar hingga Kamis (7/4) baru 28 orang, yakni 23 laki-laki dan 5 perempuan.

“Animo masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk daftar polisi masih minim. Jumlah pendaftar belum memuaskan,” ujar Wakapolres KLU Kompol Samnurdin, Jumat (8/4).

Mengingat jumlah pendaftar yang masih minim dari tahun ke tahun, maka tak heran kuota yang diberikan untuk KLU juga sedikit dalam penerimaan anggota Polri, yakni 7 atau 8 orang. “Pendaftar kita selalu kurang dari 100. Coba pendaftar kita sampai 500 pasti kuotanya juga bertambah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati KLU Keluhkan Pemblokiran Dana RTG

Samnurdin mengimbau kepada masyarakat yang berminat menjadi polisi untuk segera mendaftarkan diri. Pendaftaran dibuka hingga 11 April mendatang.

Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam seleksi awal ini, yakni salinan KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, nilai rapor dan melakukan pengukuruan tinggi serta berat badan.

Untuk pendaftaran Taruna Akpol tinggi badan pria minimal 165 cm sedangkan wanita 163 cm. untuk pendaftaran Bintara PTU (polisi tugas umum) tinggi badan pria minimal 165 cm sedangkan wanita 160 cm. Sementara untuk Bintara TI dan Tamtama, tinggi badan pria masing-masing minimal 163 cm dan 165 cm. “Pendaftarannya tidak dipungut biaya. Gratis,” ujarnya.

BACA JUGA :  KLU Berbagi dengan Korban Banjir Bima

Ditambahkan, dalam penerimaan Anggota Polri Tahun 2022 ini,  sebelumnya telah dilakukan binlat kepada peserta mengenai gambaran rekrutmen anggota Polri, mulai dari pemeriksaan administrasi awal, kesehatan awal, tes psikologi, tes akademik dan tes kesamaptaan agar peserta tes dapat mengikutinya dengan mudah.

“Kita mempunyai prinsip tes yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis termasuk klin dan klir. Dalam proses seleksi tidak ada sponsorship, tidak ada titip-titipan, sehingga semua peserta tes diperlakukan sama,” tutup Wakapolres. (der)