Bapak Perkosa Anak Kandung Sampai Hamil

PEMERKOSAAN: Pelaku pemerkosaan terhadap anak kandungnya sendiri, Dah, saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Lotim, Rabu kemarin (5/10) (GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG—Diusia yang sudah senja, kini Dah, 50 tahun, warga Dusun Sukadana Selatan, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, harus mendekam dibalik jeruji busi. Dia ditangkap polisi karena memperkosa anak kandungnya sendiri, S (19 tahun). Bahkan akibat perbuatan bejatnya itu, membuat korban hamil dan melahirkan seorang anak.

Perbuatan tak senonoh yang dilakukan Dah ini ternyata sudah cukup lama. Korban diperkosa sejak masih duduk dibangku kelas VI SD, dan terus dilakukan berulang kali. Terakhir, korban kembali disetubuhi beberapa hari lalu.

Tak tahan dengan perbuatan jahiliyah sang bapak, korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan ke Polsek setempat. Tak lama, pelaku pun langsung ditangkap polisi.

Kapolres Lotim melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Lotim, Aiptu I Nyoman Samba mengatakan, kasus ini sepenuhnya ditangani Unit PPA. Terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan yang disampaikan korban, yang dalam laporan mengaku berulang kali disetubuhi ayah kandungnya sendiri.

Perbuatan ini dilakukan bertahun-tahun, bahkan diserati ancaman oleh pelaku jika korban tidak memenuhi nafsu binatangnya. “Karena korban merasa tertekan, akhirnya korban melaporkan kejadian ini,” jelas Samba, Rabu kemarin (5/10).

Kronologis kejadian terangnya, pelaku memperkosa anaknya sendiri ketika masih duduk dibangku SD. Korban saat itu bahkan diancam dengan pisau. Kareka takut, korban dengan terpaksa melayani permintaan ayahnya itu. “Korban tidak berani menolak, dan takut menceritakan hal ini ke orang lain,” tuturnya.

Perbuatan pelaku tidak sampai disitu, dia terus menyetubuhi anaknya secara berulang kali. Saking banyaknnya, pelaku pun sampai tidak ingat berapa kali telah menyetubuhi anaknya. “Ketika ingin berhubungan badan, korban selalu diancam,” tutur Samba.

Akibat perbuatan pelaku, tahun 2015 lalu korban pun hamil. Namun seorang pacar korban saat itu siap bertanggung jawab, namun pelaku melarang korban menikah dengan pacarnnya tersebut. “Tapi semakin lama perut korban semakin besar,” sebutnya.

Takut perbuatannya diketahui masyarakat, pelaku akhirnya memutuskan untuk menyewa seseorang untuk menikah dengan korban. Lelaki itu disewa Rp. 500 ribu, namun tak lama kemudian korban diceraikan oleh lelaki yang telah di sewa ayahnya itu.

Dari kehamilannya itu, korban pun akhirnya melahirkan seorang anak. “Meski sudah melahirkan, pelaku ini terus memaksa korban untuk berhubungan badan. Anak yang dilahirkan itu perempuan. Sekarang dititip di kakak iparnya,” ujar Samba.

Kini pelaku statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan pun sudah ditahan. Kasus ini terus didalami, selain memeriksa pelaku, petugas juga memeriksa korban. Jika terbukti pelaku terancam dengan pasal 81 UU 23 tahun 2002 atau UU 35 tahun  2015 tentang perlindungan anak. Pelaku diancam dengan hukuman pencara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Sementara itu, pelaku Dah mengakui perbuatan bejatnya yang telah dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri. Dia memperkosa anaknya sejak masih umur 13 tahun, setelah ibu korban meninggal. Meski sempat menikah lagi, namun tak lama dia kembali bercerai, dan kembali anaknya yang terus dijadikan korban pemerkosaan. “Saya kilaf, dan menyesal,” jawabnya singkat.

Sedangkan korban, S mengaku sangat terpukul dengan perbuatan ayahnya itu. Dia tak menyangka kalau sampai diperlakukan seperti itu oleh ayahnya sendiri. “Sejak saya masih SD, saya dipaksa, sampai diancam jika tidak memenuhi keinginannya. Terakhir saya disetubuhi beberapa minggu lalu. Karena tertekan, saya pun melapor,” akunya. (lie)