Banyak Randis Pejabat Kota Mataram Pakai Plat Hitam

Banyak Randis Pejabat Kota Mataram Pakai Plat Hitam
RANDIS: Nampak Randis pejabat Kota Mataram masih menggunakan plat hitam kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM-Ada sekitar 10 unit kendaraan dinas (Randis) pejabat eselon II di Kota Mataram justru menggunakan plat hitam, bukan plat merah. Kendaraan dengan bebas dipakai untuk kegiatan-kegiatan pribadi pejabat.

Misalnya, mobil dinas yang dibeli beberapa bulan lalu jenis HRV masih memakai hitam seperti yang dipakai para kepala SKPD dan dua asisten. Beberapa kepala dinas yang mendapat Randis baru yakni Kadis Perdagangan Lalu Alwan Basri, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan H. Sudenom, Kepala Inspektorat Lalu Makbul Ma’shum, Kadis Kesehatan H. Usman Hadi, Kadis Pariwisata HL. Abdul Latif Najib.

Hal inipun menjadi sorotan Komisi I DPRD Kota Mataram. Dewan menyayangkan para pejabat di Kota Mataram justru tidak menjadi contoh dengan menyulap plat merah kendaraan menjadi plat hitam. “ Itu seharusnya kalau sudah di pengadaan, sudah tercantum plat merah juga. Jangan plat hitam rentan disalahgunakan,” kata anggota Komisi I DPRD Kota Mataram H. Ehlas SH kepada Radar Lombok kemarin.

Padahal mobil tersebut adalah alat transportasi penunjang kelancaran kerja para pejabat itu sendiri.  Politisi senior Demokrat ini meminta pimpinan kepala daerah untuk segera bertindak. Dinas terkait juga harus taat pada aturan, jangan sampai ada penyalahgunaan Randis.

Selama ini katanya, temuan dewan sudah banyak. “ Kita minta segera ditindak. Jangan sampai dibiarkan,’’ singkatnya.

Terpisah, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM. Syakirin Hukmi mengatakan, untuk pergantian plat kendaraan masih dalam proses. Pengadaan telah dilakukan untuk semua plat disesuaikan dengan jabatan yang dipangku. “ Sudah kita proses tinggal menunggu keluar dari Dirlantas Polda NTB,’’ jelasnya.

Sesuai dengan pengadaan, tangung jawab untuk plat, serta nomor seri dan BPKB maupun STNK ada di deler tempat membeli kendaraan tersebut.  Sebanyak 10 Randis yang telah dibeli, telah disalurkan ke pejabat. Ia meminta kepala dinas tidak menyalahgunakan kendaraan. Kalau ada kejadian kerusakan saja, maka itu menjadi tangung jawab pejabat yang bersangkutan.(dir)