Banyak Lapak tak Dimanfaatkan PKL

TAK DIMANFAATKAN : Lapak PKL di Jalan Udayana ini adalah salah satu titik lapak yang tidak dimanfaatkan oleh pedagang (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM-Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Mataram terus bertambah. Pemerintah pun membangun banyak lapak PKL untuk menampung tumbuhnya PKL tersebut. Sayang banyak

lapak PKL justru nganggur alias tidak dipakai. Mereka memilih berjualan di tempat-tempat yang dilarang.

Misalnya lapak PKL yang ada di Jalan Udayana selatan kantor DPRD NTB. Puluhan lapak PKL yang dibangun oleh Dinas Perdagangan sia-sia tidak dimanfaatkan.

Hal ini menjadi sorotan Komisi III DPRD Kota Mataram. Dari pantauan Ismul Hidayat, anggota DPRD Kota Mataram dari PKS, banyak lapak PKL yang dibangun sia-sia.” Saya melihat banyak lapak yang dibangun sia-sia tidak dimanfaatkan oleh PKL,” tegas Ismul kepada Radar Lombok di Ampenan kemarin.

[postingan number=3 tag=”lapak”]

Di kawasan Pantai Ampenan,  banyak lapak yang tidak terpakai dengan maksimal. Pedagang beralasan karena posisinya kurang strategis. Sebaiknya kata Ismul, saat membangun lapak PKL pemerintah melibatkan pihak terkait seperti kalangan pelaku wisata.” Kami di legislatif sangat mendukung pembangunan lapak PKL,”tegasnya.

Kalau bisa lanjut Ismul, pembangunan lapak memperhatikan asas manfaat, posisi dan bentuk bangunan agar bisa benar-benar dimanfaatkan oleh para PKL.

Pihak Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram membenarkan adanya lapak PKL yang tidak dimanfaatkan karena dianggap kurang strategis. Ketua APKLI Kota Mataram M. Sahidin mengatakan, hal ini sudah dilaporkan ke Pemerintah Kota Mataram dalam hal ini ke Dinas Perdagangan. Dari pemerintah, PKL yang tidak menempati lapak yang sudah dibangun akan dicabut hak pemanfaatannya.”Sudah ada sanksi kalau tidak mau ditempati  hak pemanfaatannya akan dicabut,” kata Sahidin.

Banyak lapak PKL yang dibangun sia-sia, karena setelah dibangun tidak dimanfaatkan oleh para PKL. Diantaranya lapak PKL yang ada di Pantai Ampenan, lapak PKL di utara Islamic Center dan beberapa lapak PKL lainnya.

Kuncinya kata Sahidin, pemerintah harus tegas.”Kuncinya kalau pemerintah tegas PKL juga takut, karena para PKL hanya mencari yang tempat ramai,”tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, terkait keberadaan lapak PKL di utara IC akan dikembalikan ke tempat semula yakni sebelah kantor Imigrasi Mataram. Karena dulu rencananya lapak PKL itu hanya untuk sementara.” Nanti akan kita kembalikan lagi ke tempat semula,” kata Alwan.

Saat ini dinas sedang mengusahakan bagiamana pola pembangunan lapak PKL yang baru di lokasi yang lama tetap tidak kumuh seperti yang dulu.” Kita sedang usahakan untuk dikembalikan ke tempat lama,” pungkasnya.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid