Bantuan Belum Cair, KSB Berhasil Bangun Ratusan Rumah

Terapkan Sistem Bon ke Pejual Material

Bantuan Belum Cair, KSB Berhasil Bangun Ratusan Rumah
Bupati Sumbawa Barat, Dr.Ir.HW.Musyafirin, MM bersama Wabup KSB, Fud Syaifuddin, ST saat mendampingi Preside RI, Joko Widodo meninjau salah satu rumah korban gempa yang tengah dalam proses pembangunan beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SUMBAWA)

TALIWANG — Dana usulan tahap dua korban gempa bumi KSB sampai saat ini belum juga dikucurkan pemerintah. Berdasarkan data yang diajukan Pemda KSB, total rumah rusak yang diusulkan sebanyak 3.838 unit. 450 unit rusak berat, 1.318 rusak sedang dan 2.070 rusak ringan.
Meski dana tahap dua belum ditransfer pemerintah pusat, tidak menyurutkan semangat Pemda KSB untuk menuntaskan pembangunan rumah korban gempa. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 200 unit rumah tahap dua yang sedang dalam proses pembangunan. ‘’Sampai saat ini sudah ada sekitar 200 unit rumah yang dibangun. Ini untuk usulan tahap dua yang memang dananya belum dikirim pemerintah pusat,’’ jelas Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir.HW. Musyafirin, MM.

Bupati mengatakan, pembangunan rumah korban gempa yang masuk tahap usulan dua tetap mengikuti prosedur aturan yang ada. Sebelum dibangun, pemilik rumah harus melaporkan terlebih dahulu kepada Pokmas plus, semua kegiatan pembangunan diawasi tenaga pendamping dari Kementerian PUPR. ‘’Ini tahapan dan mekanisme yang memang harus dilalui. Nanti saat dana tahap dua dicairkan pemerintah pusat, proses pembayaran material yang digunakan hingga pelaporan dan SPJ bisa dipertanggungjawabkan,’’ katanya.

Bupati menjelaskan, pembangunan rumah korban gempa tahap kedua dilakukan secara gotong royong. Dimana semua pihak terlibat aktif saling bantu membantu untuk menuntaskan rumah korban gempa. Termasuk gotong royong dari pemilik rumah itu sendiri. ‘’Ada korban gempa yang memiliki dana lebih bisa menggunakan uangnya untuk membangun rumah. Kita juga memfasilitasi mereka dengan pengusaha material, bagaimana material yang ada bisa di BON. Dan juga harga BON sama dengan harga biasa. Artinya, tidak ada kenaikan harga meskipun diutang dan dibayar belakangan,’’ paparnya.

Pembangunan rumah korban gempa tahap dua yang dananya sampai saat ini belum dikucurkan pemerintah pusat hampir semuanya dilakukan di KSB. Baik itu di Kecamatan Seteluk, Poto Tano, Brang Rea, Taliwang, Maluk, Jereweh, Brang Ene dan Sekongkang. ‘’Bahkan di Maluk itu mereka masuk SK usulan tahap tiga. Ada empat unit yang dibangun, bahkan mereka sudah mendekati 100 persen,’’ jelasnya.

Terhadap pencairan dana tahap selanjutnya, orang nomor satu KSB ini mengaku saat ini Pemda KSB terus menjalin komunikasi dengan kementerian terkait termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). ‘’Sambil kita dorong masyarakat mengerjakan sendiri, kita juga tiap hari update ke BNPB, bagaimana dana tahap selanjutnya bisa dikucurkan secepatnya,’’ tambahnya. (far)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut