Bansos Habis, Rumah Sakit Tetap Berikan Pelayanan

RUMAH SAKIT : RS Awet Muda tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meskipun dana bansos sudah habis. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Dana bantuan sosial untuk kesehatan di Lombok Barat sudah habis. Namun Dinas Kesehatan tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Barat memintadana bansos bisa kembali diusulkan di APBD Perubahan nanti, sehingga pelayanan lewat bansos tetap bisa berjalan.” Pelayanan harus tetap diberikan, nanti di APBD Perubahan bisa diusulkan lagi,” kata H. Suherman, Sekretaris Komisi IV DPRD Lombok Barat kemarin.

Sementara itu, Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada tetap memberikan pelayanan kepada warga tak mampu yang butuh penanganan. Meskipun anggaran bansos untuk pelayanan kesehatan gratis bagi warga tak mampu dan tidak memiliki BPJS sudah habis. Pihak rumah sakit sudah melakukan komunikasi dan koordinasi terkait pembayaran klaim pelayanan kesehatan dari bansos tersebut dimana biaya pelayanan nantinya akan dibayarkan di anggaran perubahan.

BACA JUGA :  Jalan Labuan Tereng-Eyat Mayang tak Kunjung Diperbaiki

Direktur RSAM Narmada dr A.A.N Putra Suryanatha mengatakan, yang terpenting warga yang memang layak mendapatkan bansos pelayanan kesehatan gratis harus dibantu atau diberikan.”Jangan sampai ada warga mampu justru menjadi miskin mendadak karena ingin mendapatkan pelayanan gratis dari bansos,” jelasnya.

Terhadap masalah ini, pihak rumah sakit sudah  menggelar pertemuan. Orang sakit tidak bisa ditunda pelayanannya. Saat butuh pertolongan, harus dibantu. Dengan adanya kondisi anggaran kurang (bansos habis), otomatis fungsi sosial rumah sakit harus dijalankan.”Pokoknya tangani dulu, nanti masalah biaya diklaim di (APBD) perubahan. Mau tidak mau harus Kita jalankan. Tidak mungkin kita menolak,” ungkapnya.

Pihaknya berharap pembayaran kepada pihak ketiga tidak ada masalah. Artinya bisa diberi toleransi. Baik untuk pengadaan obat-obatan, reagen, gas medis, makan minum pasien. Ia berharap agar bisa dibayar pada perubahan nanti, ketika dianggarkan oleh Pemda. “ Pasti juga dimengerti kondisi ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Mediasi Gagal, Sidang Gugatan AMM Berlanjut

Ditanya terkait fiskal rumah sakit apakah akan terganggu akibat banyak warga mengajukan pelayanan gratis? Ia menjawab tentu ada dampaknya. Namun pihaknya akan mengkomunikasikan ke pihak rekanan agar bisa memahami keterlambatan membayar kewajiban rumah sakit. Seperti pada saat penanganan covid-19. Ia berharap di sinilah perlu filter atau seleksi terhadap penerima bansos ini harus betul-betul yang layak. Jangan sampai nanti semua diberikan gratis, sehingga berbondong-bondong untuk mendapatkan bansos.

Ia menambahkan, RSAM berupaya meningkatkan dan maksimalkan pelayanan menyusul sudah naik kelas ke tipe C. “ Kami terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,agar masyarakat merasa nyaman di RSAM,” tutup Aan.(ami)