Bank Mandiri Area Mataram Gelar Simulasi Kebakaran Gedung

MATARAM – Kantor Bank Mandiri (Persero)  Area Mataram yang berada di Jalan AA Gde Ngurah No 48 A-B Cakranegara Kota Mataram menggelar simulasi kebakaran gedung, Jumat (30/9).  Simulasi kebakaran gedung Bank Mandiri Area Mataram dimulai pada pukul 08.30 Wita hingga 09.00 Wita dengan melibatkan seluruh karyawan di dalam gedung berlantai 4 tersebut.

Simulasi kebakaran gedung dengan menggunakan asap buatan di lantai 5, menggunakan asap buatin, kemudian diikuti menghidupkan bunyi alaram, sebagai tanda bahaya, agar semua karyawan di dalam gedung Bank Mandiri Area Mataram keluar melalui tangga darurat yang sudah ada di dalam gedung. Begitu alarm sirine tanda bahaya berbunyi, karyawan setiap lantai sudah turun menggunakan tangga darurat, maka tim keamanan dalam hal ini security mematikan listrik, agar tidak terjadi korsleting agar api tidak merembet ke gedung lainnya.

Baca Juga :  Apresiasi Mandiri Agen Jempolan di Wilayah Bali dan Nusra

“Simulasi berjalan dengan lancar dan diikuti oleh seluruh pegawai yang ada di dalam gedung Bank Mandiri Area Mataram. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memastikan kesiapan perlengkapan alat pemadam kebakaran berfungsi dengan baik, sehingga dapat mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu melalui simulasi ini bertujuan untuk melatih kesiapan karyawan dalam menghadapi bencana kebakaran,”  terang Vice President Bank Mandiri Area Mataram Haris Budiman.

Haris menyebut jika pelaksanaan simulasi kebakara gedung dilakukan seperti betul-betul terjadi kebakaran, agar karyawan betul-betul sigap dan siap ketika terjadi bencana yang tidak diinginkan saat berada di dalam gedung. Selain itu, juga pelaksanaan simulasi kebakaran gedung ini juga untuk memastikan kesigapan dari tim keamanan atau security yang bertanggungjawab terhadap keadaan dalam gedung, ketika terjadi bencana, baik itu kebakaran maupun gempa bumi.

Baca Juga :  Fokus ke Sektor Produksi, Bank Mandiri Salurkan KUR Klaster

“Simulasi kebakaran gedung ini rutin kita laksanakan  sekali setahun untuk memastikan kesiapan dan juga alat-alat tetap berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (luk)

Komentar Anda