Bank Dinar Perbesar Pembiayaan Produktif Sektor Pertanian Hingga Pariwisata

Dirut Bank Dinar Mustaen

MATARAM – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah Dinar Ashri atau Bank Dinar menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB dengan memperbesar porsi pembiayaan produktif, di sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM).

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen mengatakan, sektor produktif, seperti pertanian dan UMKM terus digenjot penyaluran pembiayaan. Bahkan untuk sektor pertanian dalam hal ini tanaman jagung, Bank Dinar telah menyalurkan ratusan miliar pembiayaan kepada petani. Pola pembiayaan, yang diterapkan untuk petani jagung, adalah begitu panen mereka melunasi. Besaran pembiayaan untuk tanaman jagung juga tidak terlalu besar, yakni dengan hitungan per hektare sebesar Rp20 juta, untuk pembelian bibit dan juga pupuk, serta obat-obatannya.

Baca Juga :  Bank Dinar Gandeng MIM Foundation Sebar 5.000 Alquran ke Masjid di Pulau Lombok

“Pembiayaan Bank Dinar itu kami sasarannya kami perbesar ke sektor pertanian dan juga UMKM. Bahkan termasuk UMKM kuliner, yang kuat dari hantaman Covid-19, tetap survive,” kata Mustaen.

Selain sektor pertanian dan UMKM, Mustaen menyebut jika Bank Dinar juga menyasar pembiayaan di sektor pariwisata, dalam hal ini penyaluran pembiayaan Pembangunan home stay di destinasi wisata. Seperti di Tete Batu, Lombok Timur, Kuta, Lombok Tengah dan beberapa destinasi wisata lainnya di NTB.

Bank Dinar mengucurkan pembiayaan pembangunan maupun rehab homes stay hingga Rp300 juta. Sejumlah daerah menjadi sasaran program ini, seperti Kuta Lombok Tengah, Tete Batu Lombok Timur, Sembalun Lombok Timur dan Senaru di Lombok Utara. Begitu juga dengan UMKM pada sektor pariwisata juga menjadi sasaran pembiayaan permodalan khususnya untuk usaha kuliner. 

Baca Juga :  Bank Dinar Endapkan Tabungan Nasabah

“UMKM kuliner di destinasi pariwisata juga menjadi sasaran pembiayaan Bank Dinar,” ujarnya.

Mustaen menyebutkan, bahwa total pembiayaan yang disalurkan Bank Dhinar pada semester I 2024 sebesar Rp464 miliar dengan posisi pembiayaan per Juni sebesar Rp1,076 triliun. Bank Dinar juga membukukan Non Performing Financing (NPF) di angka 0,45 persen.

“Semangat kami adalah bisa berkontribusi sebesar-besarnya terhadap upaya daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dengan memperbesar pembiayaan sektor produktif,” pungkasnya. (luk)

 

Komentar Anda