Banjir Kembali Menerjang Sekotong

BANJIR : Banjir susulan di Dusun Meang Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong (3/2) kemarin. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Banjir kembali melanda Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Rabu (3/2). Banjir diakibatkan oleh hujan deras yang terjadi sejak dini hari.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, menjelaskan, banjir kembali menerjang desanya tepatnya di Dusun Meang dan merendam sekitar 25 rumah.”Hari ini banjir kembali terjadi di dusun Meang,” ungkap Kades saat dikonfirmasi kemarin (3/2).

Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam sawah. Selain karena hujan yang turun, banjir juga disebabkan karena tingginya debit air yang turun dari gunung.” Sebab banjir, karena derasnya hujan yang turun dari pegunungan Dusun Meang,” tegasnya.

Banjir yang terjadi pada Minggu lalu sampai ini belum ditangani maksimal. Selain mengeluhkan kondisi drainase yang menjadi penyebab banjir, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang becek di saat hujan. Warga yang ada di Dusun Gawak Pudak Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong mengeluhkan kondisi jalan yang rusak, apalagi saat musim kondisi jalan tersebut becek dan penuh lumpur.

Akses jalan berstatus jalan kabupaten sepanjang 2 kilometer menuju dusun setempat, kondisinya memprihatinkan. Warga sangat berharap akses jalan itu segera diperbaiki.

Kepala Dusun Gawah Pudak, H. Suhandi, mengakui sebanyak 120 KK di dusunnya setiap tahun dilanda banjir, bahkan akibat banjir tahun lalu pernah menelan korban jiwa. Karena itu ia berharap agar Pemkab melakukan penanganan segera agar banjir tidak terulang terus-menerus. “ Disamping langganan banjir, jalan menuju daerah kami yang berstatus jalan kabupaten juga kondisinya rusak parah. Panjangnya sekitar 2 kilometer diharapkan segera diperbaiki,” harapnya.

Perbaikan akses jalan ini sering kali diusulkan ke Pemda melalui desa, namun tak kunjung direspon.  Ia sendiri tidak tahu apa alasannya akses jalan ini belum dibangun. Padahal akses jalan ini penghubung antar desa Sekotong Barat dengan Desa Kedaro. Dan status jalan ini sudah diusulkan menjadi jalan kabupaten. Ia sangat berharap akses jalan itu segera dibangun. Karena dampak akses jalan ini menganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

Warga yang sakit dan mau melahirkan susah dibawa ke Puskesmas. Begitupula anak-anak ke sekolah sangat terganggu dengan jalan ini. Lebih-lebih di saat hujan begini, kondisinya becek dan berkubang dimana-mana. Selain itu persoalan drainase di daerah itu belum memadai. Kondisi ini juga yang memicu banjir, selain sungai yang mengalami pendangkalan. Warga berharap sungai ini segera ditangani dan dibangunkan beronjong.

Anggota DPRD Lobar Dapil Sekotong-Lembar, Abu Bakar Abdullah, mengatakan jalan ini termasuk jalan kabupaten yang tidak pernah tersentuh, padahal jalan ini menghubungkan dua desa yaitu Desa Sekotong Barat dan Desa Kedaro. Karena itu menurut dia, perlu keseriusan Pemda Lobar untuk menangani. Apalagi kalau Pemkab mau mengembangkan Sekotong sebagai penyangga KEK. Pihaknya pun sudah memperjuangkan penanganan jalan ini melalui APBD. Akan tetapi wilayah itu memang kurang mendapat perhatian pemerintah daerah sampai saat ini. Apalagi pada saat banjir, kawasan tersebut paling berdampak.

Akibat banjir, juga merusak tembok SMPN 1 Sekotong, tembok sekolah sepanjang kurang lebih 30 meter rubuh dihantam air.”Tembok ini roboh karena diterjang banjir,” ungkap Harjono, Wakil Kepala SMPN 1 Sekotong.

Pada malam itu kondisi air cukup tinggi mencapai ukuran dada orang dewasa. dengan kondisi arus yang cukup deras. Pihaknya juga sudah melaporkan kondisi tembok pagar sekolah ke Dinas Dikbud Lobar, dimana dari pihak Dikbud Lobar sudah melakukan pendataan dan dimasukkan dalam laporan.”Sudah laporkan ke Dikbud dan sudah dicek,” tegasnya.(ami)