Banjir Genangi Rumah, Warga Rusak Jalan Baypas

TURUN LANGSUNG: Inilah kondisi banjir yang terjadi di Desa Sukadana Kecamatan Pujut, Sabtu kemarin (11/12). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYAHujan lebat yang terjadi di Lombok Tengah membuat berbagai wilayah terendam banjir. Salah satunya di Desa Sukadana Kecamatan Pujut, bahkan akibat dari banjir itu membuat ratusan rumah tergenang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, H Ridwan Ma’ruf ketika dikonfirmasi membenarkan adanya banjir yang menerjang Desa Sukadana ini. Pihaknya tidak menafikan bahwa selain intensitas hujan yang tinggi, namun banjir juga disebabkan karena adanya air kiriman dari wilayah Dusun Ngolang Desa Kuta Kecamatan Pujut. “Banjir lama surut dari Jumat-Sabtu kemarin, hanya saja sekarang sudah normal dan masyarakat sudah bisa kembali beraktivitas. Kita juga sudah langsung turun ketiga terjadi banjir,” ungkap H Ridwan Ma’ruf kepada Radar Lombok, Minggu (12/12).

Pihaknya menegaskan bahwa lamanya air surut dari perkampungan warga karena drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Sehingga hal inilah yang membuat warga juga terpaksa merusak jalan bypass BIL-Mandalika agar air bisa dengan cepat turun. “Jadi jalan bypass dirusak agar genangan air bisa segera surut dan sekarang air sudah surut, karena air di perkampungan warga sudah langsung mengalir ke drainase. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir ini, dan warga juga sebelumnya tidak ada yang mengungsi,” terangnya.

BACA JUGA :  Mataram Optimis Keluar dari Krisis Level Empat

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono menegaskan, bahwa banjir yang menerjang Desa Sukadana ini terjadi pada Jumat (10/12) sekitar  pukul 20.00 wita hingga sabtu pagi (11/12). Hal ini disebabkan selain karena intensitas hujan yang cukup tinggi mulai dari  Jumat sore sampai dengan Sabtu pagi. Namun banjir disebabkan karena adanya air kiriman dari wilayah Dusun Ngolang Desa Kuta Kecamatan Pujut. “Dampak dari banjir tersebut, mengakibatkan rumah warga yang berada di Dusun Pogem yang berjumlah sekitar 75 Kepala Keluarga (KK) dan Dusun Petewong sebanyak 35 (KK) terendam banjir, dengan ketinggian air sekitar satu meter. Namun  tidak terdapat adanya korban jiwa,” ungkap AKBP Hery Indra Cahyono.

BACA JUGA :  Dituntut 13 Tahun, Mantan Kadistanbun Minta Bebas

Pihaknya menegaskan bahwa selain merendam perumahan warga, banjir juga menggenangi areal perkantoran dan persawahan  yang ada disekitar wilayah Dusun Pogem. Sehingga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama atas musibah banjir di Desa Sukadana Kecamatan Pujut ini, pihaknya juga sudah langsung turun ke lokasi bencana. “ Kemarin (sabtu,red) kita langsung turun ke lokasi yang terdampak bencana alam banjir tersebut. Semoga dengan kehadiran kita semua, dapat memberikan kebahagiaan serta dapat meringankan beban saudara- saudara kita yang terkena musibah banjir,” tegasnya. (met)