Banjir dan Longsor, Anggaran Logistik BPBD Habis?

PANTAU BANJIR: Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid, saat memantau banjir di wilayah Batu Layar, Kamis kemarin (14/12).

GIRI MENANG—Rabu malam (14/12) hingga Kamis kemarin (15/12) terjadi bencana banjir di beberapa titik di wilayah Lombok Barat (Lobar), kemudian ada juga bencana tanah longsor di beberapa titik. Total berdasarkan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, ada belasan titik di enam kecamatan yang terkena banjir atau tanah longsor.

Banyak di antara warga yang dievakuasi, mengharapkan ada bantuan logistik berupa makanan cepat saji dan air bersih dari Pemkab Lobar. Namun sayangnya, anggaran logistik BPBD Lobar habis.

Hal inipun diakui Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid. “Anggaran BPBD (bantuan logistik) memang sudah habis, karena intensitas bencana yang luar biasa. Tetapi bukan berarti tidak ada. Saya sudah menginstruksikan, atau semacam meminta semua SKPD untuk mengeluarkan uang pribadi menyumbang. Ya sama-sama 10 dus lah,” ujar mantan Ketua KPU NTB ini saat melakukan pemantauan banjir di sekitar Kecamatan Batu Layar, kemarin.

Kepala BPBD Lobar, Najib menerangkan, anggaran yang dipergunakan untuk bantuan logistik kepada korban bencana melalui Dana Siap Pakai (DSP) memang sudah habis. Karena memang hanya dianggarkan Rp 1 miliar dari yang seharusnya Rp 30 miliar.

Dengan kekurangan anggaran di tengah banyaknya bencana ini di Lobar, maka pihaknya meminta bantuan kepada perusahaan daerah ataupun swasta, serta juga dari SKPD. “Dan logistik sekarang sudah ada, dan stand by di kantor. Beberapa sudah ada yang kita bagikan,” terangnya.

Daftar sumbangan SKPD yang diterima BPBD Lobar Kamis siang kemarin: Inspektorat mengeluarkan mie instan 4 dus dan air 4 dus; Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengeluarkan mie instan 5 dus, air 5 dus dan makanan bayi 1 dus; Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  mengeluarkan mie instan 10 dus dan air 5 dus, dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) mengeluarkan mie instan 20 dus air 20 dus.

Baca Juga :  Logistik Bencana Alam Mulai Menipis, Anggaran Perbaikan Gedung Sekolah Belum Jelas

Berikutnya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) mengeluarkan mie instan 6 dus dan air minum 5 dus; Sekretariat Daerah mengeluarkan mie instan 55 dus air minur 55 dus; Dinas Kesehatan mengeluarkan mie instan 50 dus dan biscuit MP ASI 20 dus; Badan Kepegawaian Daerah mengeluarkan mie instan 3 dus, air 3 dus, pop mie 1 dus dan juga permen, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dihubkominfo) mengeluarkan mie instan 15 dus, air 2 dus dan roti 20 paket; Badan Penyuluh mengeluarkan mie 8 dus dan air 10 dus serta RSUD Tripat mengeluarkan mie instan 10 dus dan air 10 dus.

Sementara berdasarakan data dari BPBD Lobar hingga Kamis sore kemarin, tujuh desa terendam banjir, dan dua desa terkena tanah longsor. Desa yang terendam banjir antara lain Desa Batulayar Kecamatan Batu Layar di empat dusun yakni Teloke dan Teloke Timur lebih dari 178 KK, Tanah Embet Timur 158 KK, dan Tanah Embet Barat 45 KK.

Kemudian Desa Seteluk Kecamatan Batu Layar, banjir terjadi di Dusun Karang Telage 56 KK dan Dusun Aik Genit 160 KK. Desa Jagerage Indah Kecamatan Kediri di Dusun Batu Tumpeng 300 KK.

Baca Juga :  Anggaran Kena Potong, Wali Kota tak Puas

Selanjutnya di Desa Kuripan Selatan Kecamatan Kuripan terjadi di Dusun Pelabu dan Dusun Tunggu Lawang yang belum diketahui jumlah KK yang terkena banjir. Kemudian Desa Rumak Kecamatan Kediri di Dusun Rumak 25 KK, Desa Kuranji dan Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi yang belum diketahui jumlah KK terdampak banjir. Selain itu di Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari. Sementara dua Desa yakni Badraim Kecamatan Narmada dan Desa Guntur Macan Kecamatan Gungsari terkena tanah Longsor.

Berdasarkan identifikasi yang ada diterangkan Fauzan, penyebab banjir adalah intensitas hujan yang tinggi, penyempitan saluran air, pendangkalan dan faktor hutan banyak gundul dan lain sebagainya. Pihaknya sendiri kata Fauzan sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengidentifikasi penyebab masing-masing titik lokasi untuk dicarikan solusinya, sehingga tidak terjadi lagi. “Saya sudah minta Kepala Dinas PU untuk mengidentifikasi penyebabnya,” jelasnya.

Kemudian ditambahkan Najib, di beberapa titik seperti di Desa Rumak sudah diadakan mesin penyedot air untuk menguras genangan. Total ada empat penyedot air yang diadakan, dua milik BPBD dan dua milik Dinas PU. Kemudian alat berat juga diturunkan di lokasi-lokasi yang terjadi tanah longsor seperti di Desa Guntur Macan. “Laporan yang masuk ke kita sangat banyak, sementara personel terbatas,” tandasnya. (zul)

Komentar Anda