Banjir Bandang Lunyuk Rusak Infrastruktur, 600 KK Terdampak

Kerusakan saluran air di Kecamatan Lunyuk, (IST/BPBD NTB)

MATARAM–Banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa pada Sabtu (8/10/2022) pukul 02.00-05.30 WITA.

Lokasi banjir bandang ini tepatnya di Kecamatan Lunyuk, meliputi Desa Emang Lestari di Dusun Emang dan Kalbir dan Desa Lunyuk Rea di Dusun Kuara Angko.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Lunyuk dan sekitarnya. Banyaknya lahan tandus akibat penebangan liar, mengurangi intensitas penyerapan air tanah. Belum lagi banyaknya penumpukan sampah dan sedimentasi di area aliran sungai yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan aliran air sungai.

Berdasarkan pendataan BPBD NTB, korban terdampak 650 KK. Untuk korban meninggal dunia, luka atau hilang tidak ada. Sementara kerusakan berupa 2 rumah rusak berat, 1 Pondok Pesantren NW Molong rusak, serta Jaringan Sekunder Kiri BLKI 2 di Wilayah Dusun Kuara Angko Desa Lunyuk Rea terputus sehingga distribusi air ke wilayah Lenang Somo dan dusun lainya terputus. Kemudian sekitar 500 ha sawah terendam, kapal nelayan mengalami kerusakan akibat terbawa banjir hingga tengah laut.

Baca Juga :  Pemuda Asal Lunyuk Terseret Ombak

Upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Sumbawa melakukan koordinasi dengan dinas terkait, melakukan koordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca; melakukan penyebaran informasi, serta melakukan kaji cepat dan assessment serta koordinasi sengan stakholder terkait untuk penanganan lanjutan.

Baca Juga :  Pengendara Motor Tewas, Pikap Dibakar Massa

Adapun kebutuhan mendesak warga berupa air gelas, mi instan, selimut, obat-obatan, dan beras. “Kondisi terkini di lokasi kondisi cuaca sudah kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem (Fenomena La Nina) berupa angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan terjadinya bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung serta gelombang pasang,” demikian laporan Kepala Pelaksana BPBD NTB Sahdan. (RL)

Komentar Anda