Bangunan Megah TLB Jadi Ikon Pariwisata Kota Mataram

HAMPIR RAMPUNG: Progres proyek penataan Taman Loang Baloq (TLB) sebentar lagi akan rampung 100 persen. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Sebentar lagi proyek penataan kawasan Taman Loang Baloq (TLB) akan segera tuntas dikerjakan. Saat ini pihak kontraktor yang telah diberikan perpanjangan waktu, terus berjibaku untuk menuntaskan sisa pekerjaan, paska melewati batas kontrak 5 Desember lalu. Bangunan megah TLB ini nantinya akan menjadi salah satu ikon pariwisata Kota Mataram ke depan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan bangunan megah tersebut, ke depan akan menjadi tempat panggung hiburan, dan satu-satunya di NTB yang menghadap langsung ke pantai. “Sekarang progres pembangunan penataan Taman Loang Baloq (TLB) sudah mencapai 98,86 persen sampai tanggal 13 Desember. Kita pastikan tuntas sampai akhir bulan ini,” katanya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (13/12).

Pantauan di lapangan, bangunan megah tersebut kini sudah mulai tertata rapi. Pengerjaan panggung sudah tuntas, serta penataan kawasan lainnya juga sudah tampak rapi dan bersih. Demikian sampah-sampah sisa gelombang pasang juga sudah dibersihkan petugas, bersama Pokdarwis setempat.

BACA JUGA :  Dishub Antisipasi Kecelakaan Kapal Cepat

Beberapa rencana ke depan, untuk pemanfaatan kawasan TLB, selain menjadi tempat rekreasi masyarakat Kota mataram, juga bisa menjadi tempat hiburan maupun pentas seni.

Dijelaskan Denny, kawasan TLB ini ditata total mulai dari landscape, hingga penambahan fasilitas permainan, plaza, pembangunan panggung bertingkat, dan gazebo sekitar 15 unit. Demikian penataan kolam yang saat ini sudah ada, dengan membuat panggung basah agar menjadi daya tarik masyarakat. “Jadi Taman Loang Baloq seluas 3,6 hektare kini sudah tampak rapi dan besih, dan memiliki daya tarik tersendiri,” ujar Denny.

Seperti diketahui, pembangunan area terbuka Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq ini dibangun dengan pagu anggaran Rp 11.214.608.825, yang dimenangkan oleh CV Karya Utama Nusantara dengan harga penawaran Rp 9.396.291.340.  Meski ada keterlambatan pengerjaan, namun pihak rekanan juga sangat sportif, membayar denda sesuai perhitungan.

BACA JUGA :  Kasus RPH Loang Baloq, Jaksa tak Terburu Tetapkan Tersangka

Selama ini masyarakat maupun Pokdarwis sudah sangat mendukung pembangunan penataan ini. Karena ini sudah ditunggu lama masyarakat, sehingga membersihkan kawasan tersebut secara sukarela.

Kawasan TLB ini sekarang menjadi salah satu destinasi wisata Kota mataram yang menarik banyak perhatian. Pengunjung bisa menikmati keindahan laut, sampai dengan berwisata religi. “Kita lihat hasilnya, sekarang penataan TLB sudah hampir final,” tegas Denny.

Terpisah, Ketua DPRD kota Mataram H Didi Sumardi memberikan apresiasi terkait progres proyek pembangunan Taman Loang Baloq (TLB). Disatu sisi kawasan tersebut juga dekat dengan kawasan wisata religi. “Dengan penataan bisa memberikan daya tarik ke depan, untuk para wisatawan yang datang ke Kota Mataram. Apalagi selama ini nama destinasi wisata Loang Baloq sendiri sudah sangat terkenal, bahkan sampai luar negeri,” katanya. (dir)