Bangun Lapak untuk Ekonomi Baru

SURVEI : Pembangunan Lapak PKL yang ada di kawasan perbatasan Lombok Utara dengan Lombok Timur ditata. Lapak ini juga kawasan pembangunan kawasan perekonomian baru (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG -Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil dan Menengah (Diskoperindag UKM) Lombok Utara membangun lapak untuk masyarakat yang ada di perbatasan Lombok Utara dengan Lombok Timur tepatnya di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan.

Pembangunan di kawasan perbatasan ini sebagai langkah pemerintah daerah Lombok Utara untuk menata dan mempercantik serta menjadikan kawasan perekonomian baru. “Kita membangun lapak PKL disini (kawasan perbatasan) sebagai penanda dan membangun kawasan perekonomian baru untuk masyarakat perbatasan,” terang Plt Kepala Diskoperindag dan UKM Lombok Utara, Fahri, kemarin.

Fahri mengungkapkan, pembangunan lapak bersumber dari APBD tahun anggaran 2016 sebesar Rp 190 juta dan sudah tuntas pada tepat waktu. Dari anggaran ini berhasil dibangun lima lokal lapak yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Untuk mendapatkan lokasi itu, nanti mereka akan meminta rekomendasi melalui desa setempat. “Termasuk juga retribusi nanti desa yang ngatur,” jelasnya.

Ia memastikan, bahwa pemanfataan lapak ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat Lombok Utara sendiri. Jika ada yang menyewakan di luar warga Lombok Utara, maka akan diberikan peringatan. “Pembangunan ini diperuntukan kepada warga kita di Lombok Utara, bukan warga di luar itu,” tegasnya.

[postingan number=3 tag=”lapak”]

Dijelaskan, bahwa pembangunan lima lapak yang akan digunakan PKL untuk berjualan. Pembangunan lapak ini untuk menggantikan lapak milik warga yang berada di seberang lokasi PKL. Karena tempat jualan lama berada di tebing yang membahayakan keselamatan pedagang dan satu sisi kelihatan kumuh. Sehingga pembangunan lapak ini sebagai langkah untuk menata dan mempercantik perbatasan. “Kita tata, kalau lokasi lama terkesan kumuh dan tidak tertata rapi. Nanti lokasi lama kita jadikan tempat parkir. Kita ingin buat seperti di perbatasan Pusuk,” tandasnya.

Terkait kepastian kapan dimanfaatkan, pihaknya akan memberikan izin pemanfataan setelah bangunan tersebut diresmikan dan diserahkan terima kepada desa. Kedepan pemkab juga berencana membangun beberapa fasilitas di sana, mengingat di daerah perbatasan itu ada air terjun yang bisa dijadikan objek wisata. “Pemkab juga akan membangun gapura perbatasan di sini,” katanya.

Sementara itu, salah satu pedagang Marniati menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan tepat lebih layak untuk membuka usaha dagangannya. Karena sebelumnya lapak yang digunakan berjualan hanya sederhana dari triplek. “Kalau sudah diperbolehkan menempati pasti saya tempati lokal yang baru ini,” tandasnya. (flo)