Bangun Infrastruktur, Lombok Timur Siapkan Rp 74 Miliar

Ilustrasi Infrastruktur
Ilustrasi

SELONG—Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk tahun 2018 menelan anggaran yang cukup tinggi. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah menggelontarkan dana sebesar Rp 74 miliar lebih.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Lotim, Dedi Irawan mengatakan, dari total anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan dua buah jembatan, seperti Jembatan Dasan Bantek dan Jembatan Sekarteja. Sementara untuk jalan hotmix dengan jumlah ruas sebanyak 31 ruas, dan panjang ruas yakni 48,98 kilometer.

“Selanjutnya untuk jalan non hotmix (lapen) yakni satu ruas jalan, dengan panjang ruas 0,49 kilometer. Selain itu, juga dialokasikan untuk pemeliharaan jalan berupa talud dan saluran,” tandasnya.

Dari beberapa item yang akan dikerjakan berdasarkan rekapan tersebut, total anggaran untuk hotmix sebesar Rp 63.466.400.000, jalan lapen Rp 315.000.000, dan jembatan Rp 6.300.000.000 serta talud dan saluran sebesar Rp3.956.000.000. “Jadi totalnya sebesar Rp 74.037.400.000,” ujarnya Senin kemarin (12/3).

Dalam proses terangnya, baru tujuh paket yang sudah masuk dalam tahap pelelangan. Sisanya dipastikan pada minggu depan. Sementara untuk kelanjutan pembangunan jembatan Sekarteja, masih menunggu pergeseran anggaran pembangunan infrastruktur jalan tersebut di sejumlah wilayah di Kabupaten Lotim.

“Jalan-jalan yang akan dibangun pada tahun 2018 ini sudah ditentukan titik-titiknya itu berdasarkan permintaan dari masyarakat maupun dari hasil pemantauan lapangan pemerintah daerah. Sehingga sejumlah infrastruktur jalan yang menjadi prioritas itu akan dikerjakan,” ungkapnya.

Tambahnya, untuk lima paket jalan hotmix itu, sesuai jadwal pada bulan Maret ini kontraknya. “Kita upayakan pengerjaan mulai bulan April mendatang. Kita berharap dengan adanya perbaikan jalan ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mempermudah akses,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Lotim, Toni Satriawibawa juga mengatakan sejumlah proyek infrastruktur jalan, maupun saluran irigasi sudah masuk tahap pelelangan. Jumlah proyek yang dikerjakan tahun ini cukup banyak. Dimana untuk pengerjaan jalan ini tergantung dari skala prioritas. “Sudah masuk proses lelang. Kita tinggal menunggu hasil lelang itu. Proyek yang kita kerjakan tahun ini juga cukup banyak,” jelasnya.

Pembangunan irigasi ini diwujudkan untuk membantu masarakat wilayah Sakra Timur, sebagai solusi dan menjawab penderitaan petani yang kerap mengalami kekeringan pada musim kemarau dan musim tanam. “Untuk pembangunan irigasi ini, sekarang sedang kita lelang. Artinya sebentar lagi pembangunan irigasi bisa kita lakukan,” tegasnya.

Ia mengatakan, pembangunan irigasi di Lotim ini, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 40 miliar yang berasal dari dana Alokasi Khusus (DAK). Dimana pembangunan irigasi ini sebagai pemerataan. “Jadi anggaran Rp 40 miliar ini di semua lingkup seluruhnya,” jelasnya.

Selain pembangunan irigasi yang akan dikerjakan pada tahun ini. Juga banyak jalan yang akan dikerjakan dan masih dalam tahap pelelangan. Pembangunan jalan ini tentunya merupakan jalan yang menjadi prioritas pemerintah. “Untuk jalan ini juga kita kerjakan dengan anggaran yang diberikan dari dana DAK sebesar sekitar Rp 49 miliar,” pungkasnya. (wan)