Bangsal Masih Semerawut, Kenyamanan Wisman Jadi Taruhan

Bangsal Masih Semerawut, Kenyamanan Wisman Jadi Taruhan
SEMRAWUT : Areal parkir pelabuhan Bangsal masih semrawut yang menyebabkan kenyaman wisatawan terganggu. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Akses menuju kawasan pariwisata tiga gili dari pelabuhan Bangsal masih semerawut. Tidak adanya fasilitas yang memadai ditambah lalu lalang sejumlah mobil travel yang membawa wisatawan dan menurunkan mereka sembarangan menjadi pemicunya.

Oleh sebab itu, keluhan pun muncul dari sejumlah pelaku wisata setempat. “Mobil-mobil (travel yang bawa tamu) itu sering sekali turunkan wisatawan seenaknya. Apalagi mereka masuk tidak bayar,” ungkap salah seorang pelaku wisata di Bangsal Raden Bambang Sunarto, Selasa kemarin (22/8).

Menurutnya, sebagai sarana dan akses ke tiga gili, Bangsal masih jauh dari harapan. Pemerintah daerah sendiri alih-alih melakukan penataan di kawasan tersebut justru hanya mengatur bagaimana pola masuk para wisatawan yang hal itu saat ini tak lagi efektif. Pihaknya merasa khawatir jika kemudian Bangsal semakin ditinggalkan oleh wisatawan dan imbasnya tentu perekonomian masyarakat bakal menurun. “Seharusnya pemerintah membenahi dulu fasilitas paling tidak buat trotoar. Jangan ngatur-ngatur saja tetapi lihat sekarang, balik lagi seperti dulu,” sesalnya.

Apa yang disampaikan ini, lanjut Raden Bambang, merupakan aspirasi dari seluruh pelaku pariwisata setempat. Mereka risau karena saat ini Bangsal semakin karut-marut tanpa adanya kepastian perihal pemberian keamanan dan kenyamanan untuk wisatawan. Ia berharap sejumlah SKPD tidak tinggal diam untuk menaggapi persoalan yang telah lama terjadi ini. “Supaya tidak ada kendaraan yang parkir di sepanjang jalan seenaknya. Pemerintah dinas kebersihan dan pariwisata harusnya mereka turun tangan. Misalnya kalau ada trotoar lalu bangun taman kan tambah bagus,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara dan Syahbandar Pemenang hanya mengatur dan memungut semua pengunjung yang hendak masuk pelabuhan Bangsal. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 15 tahun 2016 dan jika tidak dilaksanakan justru menjadi suatu kesalahan. Pungutan itu berlaku untuk kendaraan bermotor hingga kendaraan besar seperti bus, bahkan kendaraan plat merah pun harus membayar. Retribusi tiket masuk ini juga include dengan biaya parkir di Pelabuhan Bangsal. “Semua yang masuk ke Bangsal nanti harus bayar, termasuk juga mobil-mobil travel yang mengantar penumpang maupun mobil boks,” jelas Kepala Syahbandar Pemenang Madhi, belum lama ini.

Adapun retribusi yang bakal terkumpul ke depannya digunakan untuk perawatan pelabuhan hingga jalan yang rusak di sekitar lokasi. Sebab, Syahbandar berencana merubah wajah Bangsal dengan penataan serupa. Upaya lain untuk menata Bangsal yaitu melengkapi areal pelabuhan dengan pagar pembatas di sepanjang pesisir pantai agar calon penumpang bisa masuk teratur melalui terminal penyeberangan di kantor penjualan tiket. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid