Balon Kada Paparkan Visi Misi di PKB

Balon Kada Paparkan Visi Misi di PKB
PENJARINGAN: Para bacagub/ bacawagub menghadiri Harlah ke 19 PKB dirangkaikan dengan pembukaan penyampaian visi misi. (Yan/Radar Lombok)

MATARAM–Sebagai tahapan pelaksanaan penjaringan calon kepala daerah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar penyampaian visi misi bagi calon kada mendaftar dalam bursa penjaringan.

Ketua PKB Provinsi NTB, Lalu Hadrian Irfani menyatakan, ada tiga belas bacagub/bacawagub sudah resmi mendaftar dalam bursa penjaringan di PKB. “Penyampaian visi misi sesuai dengan tahapan penjaringan,” katanya, dalam pembukaan penyampaian visi misi dirangkaikan dengan Harlah ke 19 PKB, di Hotel Grand Legi, Mataram, (27/7).

Dengan penyampaian visi misi, jelasnya, diketahui sejauhmana kapasitas, kapabilitas, kompotensi dan program kerja prioritas akan dikedepankan andai mereka nanti terpilih dalam menakhodai provinsi NTB. PKB tidak menghendaki memilih figur dalam karung.

Penyampaian visi misi para calon Kada dilangsungkan dihadapan jajaran kader dan pengurus PKB se-NTB. Penyampaian visi misi bakal menjadi salah satu faktor penilaian keseriusan calon Kada untuk didukung dan diusung di kontestan Pilgub NTB.

Nantinya, kata Irfani, dari hasil penyampaian visi misi selanjutnya akan dikirim beberapa nama ke DPP untuk dimintakan rekomendasi dan persetujuan sebagai calon Gubernur dan calon wakil gubernur NTB akan diusung di kontestasi pilkada NTB.

Dikatakan, dalam menentukan calon gubernur dan calon wakil gubernur NTB yang diusung PKB, tingkat elektabilitas atau daya keterpilihan dan intensitas komunikasi politik menjadi parameter memutuskan arah dukungan di pilgub NTB. Karena itu, para calon kada harus terus melaksanakan kerja-kerja politik untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas diri dihadapan masyarakat pemilih.

Pantauan Radar Lombok, para kandidat diberikan kesempatan sekitar 20 menit memaparkan visi misi dan program kerja dihadapan para panelis.

Bakal calon gubernur NTB, Farouk Muhammad misalnya. Dalam pemaparannya mengatakan, pondok pesantren dan sekolah swasta ada di NTB menjadi prioritas untuk diberikan support dan dukungan kedepan. Menurutnya, banyak ponpes dan sekolah swasta kondisi cukup memprihatinkan. Padahal, ponpes dan sekolah swasta memiliki andil cukup besar dalam menunjang pembangunan dan peningkatan SDM di NTB.

“Ponpes dan sekolah swasta menjadi perhatian lebih saya kedepan,” imbuhnya.

Sementara itu, bakal calon wakil gubernur NTB, Nurdin Ranggabarani menyatakan, andai diberikan amanah dan kepercayaan menakhodai NTB kedepan, ia berjanji mendorong dan mengawal terciptanya peraturan daerah (Perda) Dana Desa bagi penyaluran Dana Desa bersumber dari APBD provinsi NTB.

Dengan adanya dana desa bersumber APBD tersebut akan ada pemerataan dan penyebaraan kue APBD NTB kepada 10 kabupaten kota.

Dikatakan, ada 900 desa se-NTB dengan masing-masing desa dialokasikan sebesar Rp 100 juta. Dengan total APBD NTB sebesar 5 triliun lebih, masih tersedia porsi anggaran besar bagi pembangunan lain. Dengan anggaran desa selama ini dikelola SKPD akan sepenuhnya diserahkan pengelolaan kepada desa. (yan)