Baliho Paslon BARU Banyak Dirusak

DIRUSAK: Salah satu baliho besar milik Paslon H Baihaqi-Baiq Diah Ratu Ganefi (Baru) yang dirusak di Jalan Adi Sucipto Rembiga. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Gesekan menjelang pemilihan Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram (Pilwali) mulai muncul di Kota Mataram. Buktinya, beberapa alat peraga kampaye (APK) milik Paslon mulai dirusak oknum yang tidak bertangung jawab. Seperti miliknya kandidat bakal calon (Balon) nomor urut 4, H Baihaqi-Baiq Diah Ratu Ganefi, yang dirusak oknum tertentu. Seperti yang ada di jalan Adi Sucipto Rembiga dan Kebon Roek, dua reklame raksasa rusak.

Aksi oknum tersebut diduga dilakukan malam hari. Saat ini, tim kemenangan H Baihaqi-baiq Diah Ratu Ganefi sedang melakukan penelusuruan. Sekretaris tim kemenangan, Ahmad Azhari Gufron mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran melalui CCTV yang sudah dipasang Pemkot Mataram di kawasan jalan tersebut. “Kita akan telusuri, baru dilaporkan ke Bawaslu,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (13/10).

Dikatakan Gufron, perusakan itu sangat aneh. Karena serentak dibeberapa titik, seperti di Kebon Roek, serta beberapa lingkungan yang sudah terpasang. “Kami dari internal partai pengusung terus melakukan penyelidikan, untuk mengumpulkan bukti kuat terkait oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri mengatakan, pengerusakan APK sudah termasuk pelanggaran pidana. Para Balon bisa melaporkan langsung, jika merasa dirugikan. “Kita selalu terbuka. Siapapun itu, silahkan lapor kalau sudah merasa dirugikan,” katanya.

Terkait dengan perusakan APK, maka itu sudah termasuk salah satu pelanggaran berat. Selama ini, para Balon juga sudah diimbau untuk tetap menjaga kenyamanan di Kota Mataram, dan memasang APK yang sudah ditetapkan secara aturan.

Terpisah, Balon Wali Kota Mataram H Baihaqi merespon dengan santai atas perusakan beberapa baliho maupun spanduk miliknya. Ia menyayangkan sikap oknum tersebut, karena perusakan berlangsung serentak. Seperti di Rembiga, Kebon Roek, serta beberapa Lingkungan. “Biarkan masyarakat yang menilai, kami akan ganti nantinya,” ucapnya dengan nada rendah hati.

Sedangkan Ketua DPC Demokrat, HM Zaini mengatakan, terkait dengan pemasangan APK selama ini sudah sangat taat pada aturan. Pihaknya tidak pernah menyingung kandidat lain, bahkan saat kampanye sekalipun tidak pernah sama sekali menyerobot maupun memprovokasi warga. “Kami sangat sayangkan perusakan APK ini. Kandidat calon yang diusung sangat taat pada aturan, serta kampanye yang sehat terus ditonjolkan dengan menjalankan protokol kesehatan,” katanya. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPetugas Positif Corona, Puskesmas Selaparang Ditutup
Berita berikutnyaMUDA Ikhtiarkan Satu Lingkungan Satu TPQ