Baliho Berlogo Pemprov, Lalu Gita: Relawan Terlalu Semangat

BALIHO LALU GITA: Baliho bergambar Lalu Gita Ariadi yang hendak maju sebagai calon Gubernur NTB sudah mulai bertebaran di ruas-ruas jalan daerah di NTB. (RATNA/RADAR LOMBOK)

MATARAM— Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi memberikan klarifikasi terkait adanya baliho yang menampilkan gambar dirinya dengan logo Pemprov NTB didalamnya. Ditegaskan pemasangan baliho bertuliskan “Maju Melaju NTB Satu” itu bukan atas perintahnya, namun pemasangan baliho bernada kampanye itu merupakan inisiatif dari para relawannya.

Sebab, banyak relawannya yang dongkol melihat sikap politik Lalu Gita yang relatif slow dibandingkan dengan sejumlah bakal calon gubernur lainnya.

“Mungkin ini rasa geregetan relawan-relawan terhadap saya yang agak slow, karena saya Pj (Penjabat). Sehingga mereka spontanitas memberikan dukungan. Saya tidak dalam kapasitas memerintahkan,” kata Lalu Gita saat ditemui di Kantor Gubernur, kemarin.

Lalu Gita juga membantah kalau baliho bergambar dirinya ini adalah bentuk dukungan dari Pemprov untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) NTB. Dia menyebut pihaknya sudah memerintahkan Satpol PP untuk mencopot baliho tersebut.

“Mereka (relawan, red) terlalu semangat, sehingga mungkin tidak cermat dan sebagainya. Jadi kaget juga saya,” ujar Lalu Gita.

Dia juga mengaku tidak tahu-menahu dimana lokasi baliho kampanye berlogo Pemprov itu dipasang oleh relawannya. Termasuk juga baliho bergambar dirinya yang dipasangkan dipohon-pohon yang ada di sepanjang jalan dalam Kota Mataram.

“Benar-benar saya tidak tahu. Ini ada teman SD, teman SMP, melapornya setelah memasang. Teman-teman yang kita kunjungi, yang kita silaturahmi, spontanitas. Gambar mereka juga macam-macam poto saya, tidak seragam,” katanya.

Terlepas dari itu, Lalu Gita ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para relawan yang inisatif mendukung dirinya maju dalam Pilgub NTB. Dia juga mengajak agar sebaiknya mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada, dengan memasang pada tempat-tempat yang oleh pemerintah kota maupun kabupaten sudah mengatur sedemikian rupa, agar etika dan estetika daerah tetap terpelihara.

“Ada yang kita harus peduli terhadap kehidupan, pohon agar tidak disiksa dengan paku-paku dan lain sebagainya,” ujar Lalu Gita.

Baca Juga :  Penonton WSBK Ditarget 45 Ribu

Meski begitu, baliho hingga papan reklame yang menampilkan gambar Lalu Gita sebagai calon gubernur ditemukan masih bertebaran di sejumlah daerah di NTB. Dari pantauan Radar Lombok, baliho berlatar poto Lalu Gita Ariadi maju sebagai calon gubernur Provinsi NTB 2024-2029 juga terpasang didepan gedung Lombok City Center Mall di Jalan Ahmad Yani, Dasan Tereng, Narmada, Lombok Barat.

Kemudian baliho bernada kampanye juga terpasang di ruas jalan Pejanggik No. 41, sebelah Timur Mataram Mall, Kota Mataram.

Menanggapi itu, Gita menyebut pada saat segala sesuatunya sudah siap, pihaknya berjanji pasti akan membuat sesuatu, termasuk kegiatan kampanye atas sepengetahuan dan perintah dirinya. Tentunya dia akan memerintahkan relawannya sebagaimana aturan yang berlaku.

Lalu Gita akan patuh pada peraturan Menteri Dalam Negeri terkait kepala daerah yang maju Pilgub 2024 harus mundur dari jabatannya. Sesuai aturan, pengunduran Pj Gubernur paling lambat 40 hari sebelum mendaftar di KPU.

Diakui Lalu Gita, saat ini pihaknya sedang proses menyiapkan administrasi untuk pengunduran dirinya sebagai Pj Gubernur NTB. Kemudian menyiapkan partai politik pengusung dan lainnya. Adapun pimpinan partai saat ini kata Lalu Gita, sedang melakukan evaluasi melalui penilaian survei dan sebagainya.

“Sudah berproses (pengunduran diri, red), saya harus konsolidasi dengan teman-teman. Memastikan setelah pengunduran saya nanti segala hal terkait penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan berjalan dengan baik. Teman-teman memberikan dukungan kepada Pj baru pada saatnya akan hadir didaerah kita,” katanya.

Hanya saja, Lalu Gita enggan membeberkan partai mana saja yang sudah mengeluarkan surat rekomendasi untuk dirinya dalam Pilgub NTB, November nanti. Namun pria asal Puyung (Loteng) ini optimis akan mendapatkan dukungan dari sejumlah partai besar.

“Semua masih berproses, alhamdulillah kami udah diundang, ada dialog dengan Ketua Umum PPP. Kita diundang, saya hadir. Demikian Golkar juga sedang berproses, semuanya berproses. Mudah-mudahan, mohon doa restu dari teman-teman, semoga kita dapatkan (dukungan Parpol),” tandasnya.

Baca Juga :  53 TPS di NTB akan Gelar Pemungutan Suara Ulang

Sementara itu, berbagai aktivitas politik yang dilakoni Pj Gubernur NTB, juga tidak henti-hentinya menjadi sorotan pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB. Seperti Bawaslu menyoroti pemasangan baliho dan banner sosialisasi Pj Gubernur Lalu Gita Ariadi sebagai calon Gubernur NTB yang memakai logo Pemprov NTB, yang terpasang di berbagai lokasi di kabupaten/kota di pulau Lombok.

Ketua Bawaslu NTB, Itratip mengakui, pihaknya sudah memperoleh informasi awal terkait adanya pemasangan baliho dan banner Pj Gubernur Lalu Gita Ariadi sebagai calon Gubernur yang memakai logo Pemprov NTB. “Informasi terkait hal ini sudah kita peroleh,” katanya, Minggu kemarin (2/7).

Dari informasi awal yang diperoleh Bawaslu tersebut, ada dua hal yang perlu ditelusuri oleh Bawaslu, yakni pertama, dari mana sumber pembiayaan dari pemasangan baliho dan banner Pj Gubernur sebagai calon Gubernur memakai logo Pemprov NTB itu. Apakah pembiayaan bersumber dari APBD atau tidak.

Berikutnya kedua, terkait lokasi pemasangan baliho Pj Gubernur sebagai calon Gubernur memakai logo Pemprov NTB, apakah reklame tempat pemasangan baliho itu adalah milik Pemprov NTB atau bukan. “Ini yang perlu ditelusuri,” imbuhnya.

Itratip berharap, sebaiknya Pj Gubernur memberikan keteladanan sebagai seorang pemimpin dalam tindakan, dengan tidak menyalahgunakan kewenangan yang dimiliki untuk kepentingan pribadinya. “Kita harapkan ada keteladanan dari seorang pemimpin (Pj Gubernur, red),” ucapnya.

Dia juga menegaskan Bawaslu NTB sudah melaporkan kegiatan politik yang dilakoni Pj Gubernur sebagai ASN kepada Komisi ASN (KASN), terkait aktivitas pendekatan dan komunikasi politik yang dilakukan dengan sejumlah Parpol dalam rangka pencalonan dirinya di Pilgub NTB.

Dia meminta KASN memberikan sanksi tegas terhadap Pj Gubernur NTB Lalu Gita, karena sudah melanggar netralitas ASN. “Kita minta ketegasan KASN terhadap Pj Gubernur NTB,” tegas Itratip. (rat/yan)

Komentar Anda