Bali Dibuka, Peluang untuk Pariwisata Lombok

WISATAWAN: Sejumlah wisatawan mengujungi pantai Senggigi Lombok Barat.( DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Rencana pemerintah pusat membuka kran kunjungan untuk wisatawan asing atau mancanegara ke Bali pada Juni 2021 mendatang menjadi peluang kebangkitan pariwisata Lombok. Terlebih lagi, tiga gili dan kawasa wisata di Lombok Barat dan Lombok Tengah bisa menjadi pilihan bagi wisatawan asing tersebut setelah berkunjung ke Bali.

Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan mengatakan, kalau travel bubble yang dipakai, artinya pemerintah Indonesia akan merekomendasikan destinasi wisata mana saja yang akan dikunjungi oleh wisatawan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk percepatan pelaksanaan vaksinasi pada para pelaku pariwisata untuk menyiapkan kehadiran wisatawan asing dampak dari dibuka kembali Bali.

“Ini akan menjadi kesempatan bagus dengan dibukanya Bali, tentu destinasi wisata di tiga Gili dan daerah lain di Lombok akan berimbas. Asalkan bisa bersama sama melakukan percepatan vaksinasi,” kata Lalu Kusnawan kepada Radar Lombok.

Menurutnya, dengan percepatan vaksinasi pada semua masyarakat di Lombok Utara harus segera dilakukan. Karena dengan sudah divaksinasi, maka kepercayaan orang untuk berwisata ke Lombok semakin tinggi, sehingga kondisi pariwisata akan semakin membaik. Mengingat selama ini pariwisata NTB bergantung dari Bali, terlebih tiga Gili dan daerah lainya. Artinya jika Bali tepruruk, maka NTB juga ikut lesu. Untuk itu, pihaknya sudah mempersiapkan untuk menyambut pembukaan wisatawan asing ke Bali dengan mulai bersiap siap di Gili menyambut peluang bagus tersebut.

“Saya mendorong teman-teman pelaku pariwisata untuk segara divaksin. Jadi kalau seandainya kita bersama-sama semua stakeholder satu visi dan satu misi, maka pariwisata cepat pulih,” ucapnya.

Dunia pariwisata NTB sudah terpuruk sejak pascagempa 2018 lalu. Padahal mulai bangkit di 2019, namun kembali terpuruk di 2020 lantaran pandemi Covid-19. Dengan dilakukan percepatan vaksinasi akan sangat membantu pemulihan pariwisata NTB di tengah pandemi Covid-19, bisa kembali dan Bali bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi pariwisata Lombok yang juga sedang mempersiapkan diri menjadi tuan rumah event MotoGP Mandalika.

“Kondisi di gili sudah mulai ada tamu, cuma masih tetap masih kecil okupansi. Tetapi yang menjadi optimisme kita bahwa ada beberapa reservasi yang kita terima dari luar untuk Agustus dan Desember sudah ada. Cuma masalahnya apakah kita siap atau bagaimana semoga saja bisa,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Asosisasi Pengusaha Hiburan (APH) Suhermanto mengatakan, kesempatan dibukanya wisatawan asing ke Bali menjadi harapan bagi pariwisata di Lombok Barat. Pasalnya, selama ini pariwisata Lombok masih bergantung dengan Bali, artinya Bali bukanlah kompetitor.

“Positif sekali kalau Bali itu dibuka, secara otomatis itu daerah lain akan ikut menggeliat. Kita harap dengan dibukanya pariwisata Bali itu imbasnya ke kita juga,” ujarnya. (dev)