Balap MotoGP di Sirkuit Mandalika Belum Bisa Dipastikan

Nama Sirkuit Mandalika Bisa Berubah

I Wayan Karioka (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Belum lama ini, Dorna Sports S.L selaku promotor MotoGP telah mengumumkan Provisional Calendar 2021 (Kalender sementara MotoGP tahun 2021). Dalam kalender tersebut, sirkuit MotoGP Mandalika di Indonesia masuk daftar reserve grand prix venues bersama sirkuit Algarve di Portugal dan Sirkuit Igora Drive di Rusia. 

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), kemudian memberikan keterangan pers, bahwa maksud kalender sementara tersebut bukan berarti sirkuit Mandalika masuk cadangan. MGPA selaku anak perusahaan ITDC, tetap memastikan sirkuit Mandalika akan digunakan dalam balap MotoGP tahun 2021. 

Klaim pihak MGPA, yang menyebut reserve date artinya Indonesia diberikan kebebasan untuk menentukan tanggal penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, justru bertolak belakang dengan pernyataan Dorna. Kini, ITDC tidak lagi berani memastikan penyelenggaraan balap MotoGP tahun depan di sirkuit Mandalika. 

Managing Director The Mandalika ITDC, I Wayan Karioka yang dihubungi Radar Lombok terkait penjelasan pihak Dorna, tidak memberikan bantahan lagi terkait belum adanya kepastian penyelenggaraan balap MotoGP tahun depan di sirkuit Mandalika. “Intinya, tetap penentuannya setelah Tim Dorna datang ke Lombok,” jawab Karioka kepada Radar Lombok, Minggu (22/11).

Kedatangan tim Dorna tersebut untuk melakukan homologasi sirkuit. Saat itulah akan diketahui, apakah sirkuit Mandalika memenuhi standar internasional MotoGP atau tidak. “Tim Dorna akan datang kira-kira di Februari atau Mei 2021 untuk cek langsung,” terang Karioka. 

Untuk bisa menggelar balap MotoGP tahun 2021 di sirkuit Mandalika, pihak Dorna meminta agar pembangunan sirkuit tuntas dan memenuhi standar. Selain itu, Dorna memastikan sirkuit Mandalika bisa saja digunakan apabila ada seri MotoGP di negara lain batal. 

Status sirkuit Mandalika saat ini masih cadangan. Apabila ada negara lain yang batal menyelenggarakan balap MotoGP, masih harus bersaing dengan sirkuit cadangan lainnya di Portugal dan Rusia. 

Lalu seperti apa progres pembangunan sirkuit MotoGP saat ini? Karioka mengaku belum bisa menyampaikan saat ini. “Senin besok ya, rekap progress,” ucapnya. 

Data terakhir yang dimiliki ITDC, progres untuk pekerjaan groundwork mencapai 87,5 persen. Selanjutnya ground improvement sudah mencapai 97,31 persen. Sementara progres pembangunan Jalan Kawasan Khusus (JKK) sirkuit, untuk lapis perkerasan baru mencapai 23,77 persen. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT PP selaku kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Dalam kesempatan tersebut, Karioka juga merespons banyaknya pertanyaan masyarakat tentang nama sirkuit. Apakah nama sirkuit Mandalika sudah resmi dan final atau hanya sementara. Menurut Karioka, saat ini nama sirkuit memang menggunakan nama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pihak ITDC belum memikirkan nama yang lain. “Sekarang, memang masih sesuai nama kawasan KEK Mandalika,” katanya. 

Radar Lombok meminta kejelasan Vice President (VP) Corporate Secretary ITDC, Miranti N. Rendranti terkait nama sirkuit. Menurut Ira, nama sirkuit Mandalika belum final. Artinya, bisa namanya kedepan akan berubah menjadi sirkuit Lombok atau sirkuit Sasambo dan lain-lain.  “Bisa saja nantinya ada penyesuaian nama,” tegas Ira. 

Sementara itu, Chief Strategic and Communication Officer MGPA, Happy Harianto kini tidak lagi sesumbar terkait kepastian pelaksanaan balap MotoGP di sirkuit Mandalika tahun depan. Happy memilih untuk tidak membantah pernyataan pihak Dorna yang bertentangan dengan klaim pihaknya selama ini. (zwr)