Balap Liar Disertai Taruhan di Udayana Ditindak

DIAMNAKAN: Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menunjukkan para pelaku balap liar yang diamankan beserta kendaraan. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tim Sat Reskrim Polresta Mataram kembali menindak pelaku balap liar, Rabu (21/4) dini hari. Kali ini tim berhasil mengamankan lima remaja dari Mataram dan Lombok Barat.

Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, balap liar yang ditindak ini adalah balap liar di Jalan Udayana, Mataram. “Berdasarkan keluhan masyarakat kami melaksanakan penindakan. Kali ini titiknya di Jalan Udayana. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu berkisar antara pukul 01.00 WITA sampai pukul 04.00 WITA. Di mana saat melaksanakan penindakan kami menemukan gerombolan orang yang sedang balap liar. Tim kemudian berhasil mengamankan lima orang,” ungkap Kadek Adi.

Kelima orang yang diamankan ini kata Kadek Adi berperan sebagai pengumpul uang dan juga penonton. Adapun untuk jokinya masih dilakukan pencarian. “Untuk yang sudah terindikasi sebagai joki saat ini masih diburu,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kasus Pengiriman PMI Ilegal Tujuan Timur Tengah Dibongkar

Pihaknya memburu joki karena dalam balap liar ini dipasangi taruhan. Kisarannya mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 jutaan. Sementara untuk kelima orang remaja yang sudah diamankan saat ini masih diperiksa lebih lanjut.

Kadek Adi mengaku bahwa pihaknya berencana memanggil orang tua masing-masing beserta para pihak untuk mencari solusi terhadap mereka “Kita lihat hasil pemeriksaannya nanti. Mereka ada yang masih di bawah umur. Kami akan memanggil orang tuanya untuk mendiskusikan tindakan yang tepat untuk diaplikasikan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Penyedia Jasa Seks Online di Mataram Diamankan

Selain dari lima orang yang diamankan, petugas juga berhasil mengamankan tiga unit kendaraan. Saat ini kendaraan tersebut masih dicek kelengkapan surat-suratnya. Jika lengkap maka bisa diambil nanti setelah lebaran. “Terserah mereka mau gunakan untuk apa, kami tidak akan kasih sebelum lebaran. Ini untuk memberikan efek jera,” tegasnya.

Perwira melati satu ini meminta jangan sampai ada lagi balap liar di wilayah hukum Polresta Mataram. Terutama selama Ramadan. Hal itu guna memberi kenyamanan dan keamanan masyarakat. Sebab dengan adanya balap liar bukan hanya membahayakan para pelaku balap tetapi juga pengguna jalan lain. “Para orang tua juga kami minta untuk mengawasi anak-anaknya,” pintanya. (der)