Balai Bio Industri Laut LIPI Diresmikan

TANJUNG-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengubah status Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Pengembangan Bio Industri Laut (UPT LPBIL), yang berada di Teluk Kodek Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU), menjadi Balai Bio Industri Laut (BBIL). Peresmiannya pun dilaksanakan Kamis (4/8) di BBIL dengan dihadiri secara langsung oleh Kepala LIPI, Iskandar Lubis, Sekretaris Daerah NTB, Rosiadi Sayuti dan Wakil Bupati KLU, Sarifudin. Selain itu hadir Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi.

Iskandar menerangkan, sejak berdiri 2002 hingga 2015, UPT LPBIL telah melakukan kegiatan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya berbagai biota laut ekonomis penting, seperti sotong buluh, kerang mutiara, teripang hitam, abalone tropis, siput mata bulan, teripang pasir dan lobster karang. “Hasil-hasil kajian budaya biota laut yang dikembangkan oleh UPT LPBIL sebagian telah siap untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di masyarakat,” ujarnya.

Deputi Bidang Ilmu Pengetetahuan Kebumian LIPI, Zainal Arifin, menerangkan, alasan dinaikannya status UPT LPBIL menjadi BBIL sendiri dikarenkan beban kerja semakin besar dan luas. Begitu pula dalam upaya untuk mengembangkan diri dan berperan aktif dalam konteks pengembangan dan penerapan tekonologi budidaya biota laut dari hulu ke hilir. “Maka UPT di bawah LIPI ini dinaikkan statusnya menjadi satuan kerja setingkat eselon III b dengan nama Balai Bio Industri Laut yang berkedudukan di Lombok Utara di bawah koordinasi Pusat Penelitian Oseanografi LIPI,” jelasnya.

Rosiadi Sayuti sendiri dalam sambutannya mendukung peningkatan status ini. Menurutnya, keberadaan LIPI di NTB sangat penting, karena Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi menginginkan agar pembangunan di NTB dilandaskan pada kajian ilmiah dan penelitian. “LIPI sendiri bergerak di bidang itu,” terangnya.

Sementara itu, Sarifudin sendiri berharap agar BBIL ini dapat menjadi model yang efektif untuk pengembangan potensi sumber daya laut yang ada dengan berbasis kepada potensi unggulan perikanan kelautan bumi tioaq tata tunaq. “Di samping itu, Balai Bio Industri Laut ini juga diharapkan dapat mendukung pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang produktif, efektif, efisein, memiliki daya saing serta berkelanjutan untuk saat ini maupun di masa yang akan datang di Kabupaten Lombok Utara ini. Dengan begitu maka kami yakin kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lombok Utara dan ekonomi lokal daerah khususnya akan meningkat dan Insya Allah akan berujung kepada penciptaan pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.

Pada prinsipnya kata Sarifudin, Pemerintah KLU menganggap bahwa peresmian BBIL ini merupakan suatu keniscayaan untuk mendorong perkembangan dunia perikanan kelautan, khususnya di KLU. Di samping itu peresmian BBIL ini harus sebagai lokus sosialisasi dalam rangka meningkatkan kerja sama antara BBIL sendiri dengan Pemerintah KLU dan seluruh stakeholder terkait di masa mendatang.

Kurtubi sendiri dalam penyampaiannya mendukung keberadaan BBIL yang berada di bawa LIPI ini. LIPI kata Anggota DPR dari Kediri Lombok Barat ini, merupakan mitra Komisi VII DPR RI. “Peran LIPI ini sangat besar, dan saya di Komisi VII mendukung untuk peningkatan penganggaran di LIPI,” terangnya.

Dalam kesempatan ini sendiri dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara LIPI dan Pemerintah KLU Tentang Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid