Bakal Buat Sarana Hiburan, Kafe dan Taman Rekreasi

BERPOSE: Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah HL Irwan Saikhu (tengah), Kabid Perpustakaan HM Azin (paling kanan) saat berpose bersama tamu dari Bappeda NTB (DHALLA/RADAR LOMBOK)

Status UPTD Perpustakaan sudah berubah sejak Januari 2017 silam menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sejak itu, berbagai upaya dilakukan dinas terkait untuk membenahi instansi itu. Terutama soal perpustakaan yang masih menjadi momok sebagai ‘gudang buku’.


Dalaah-Praya


SUASANA Perpustakaan Daerah Kabupaten Lombok Tengah, cukup semrawut kemarin (11/4). Banyak buku berserakan di bawah rak, meja, dan sejumlah tempat lainnya di dalam ruang perpustakaan. Maklum, saat ini perpustakaan sedang melakukan cuci gudang. Yakni dengan mendatangkan buku baru dan menyumbangkan sebagian buku lama ke masyarakat.

Hal inilah yang diungkapkan Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah, H Muhammad Azim kemarin. Dia mengaku, sebagian buku milik perpustakaan daerah akan disumbangkan kepada masyarakat. ‘’Namun, bukan itu hal yang terpenting saat ini,’’ ucap Azim mengawali pembicaraanya saat koran ini mengunjunginya di ruangan kerjanya.

[postingan number=3 tag=”features”]

Dia mengaku, yang perlu dilakukan saat ini adalah membentuk performance baru terhadap citra perpustakaan. Di mana selama ini, perpustakaan terkesan sebagai gudang buku. ‘’Nah, inilah yang mau kami rubah sekarang ini,’’ cetusnya lagi.

Kata Azim, salah satu langkah yang akan dilakukan pihaknya yakni membenahi perpustakaan dengan tampilan baru. Sehingga nantinya perpustakaan tak hanya dijadikan tempat belajar, membaca dan menuntut ilmu dengan buku yang ada. Akan tetapi, bagaimana membuat pengunjung nyaman sambil membaca.

Salah satu langkahnya adalah dengan membuat taman rekreasi, home teater, sarana hiburan, dan lainnya. ‘’Bahkan, rencananya kami mau buat kafe, sehingga bisa baca buku sambil santai,’’ katanya.

Menurut Azim, pelayanan terhadap pengunjung inilah yang harus ditingkatkan. Pihaknya juga akan menyediakan fasilitas lainnya. Seperti tempat duduk yang nyaman disertai dengan bantal. Sehingga pengunjung tak hanya menikmati ilmu yang diambil dari buku yang dibacanya. Melainkan juga mereka bisa menimba ilmu sambil rekreasi. ‘’Jadi nanti tupoksi perpustakaan itu bisa terlaksana, di samping menjadi sarana pendidikan juga sebagai sarana rekreasi dan pengembangan budaya,’’ paparnya.

Selain itu, piahaknya juga berencana membuat hotspot dan teater untuk mendongeng. Semua ini agar minat pembaca semakin termotivasi untuk membuat masyarakat pintar. Sebab, persentase pembaca di Lombok Tengah saat ini masih sekitar 1 persen. Berkaca dari daftar kunjungan tahun 2016 sebanyak 11 ribu.

Angka ini jauh dari target sebanyak 23 ribu kunjungan setiap tahunnya. Tetapi, target itu terpenuhi dengan adanya mobil perpustakaan keliling yang dijalankan setiap waktu. Perpustakaan keliling menyasar sejumlah sekolah dan madrasah di pelosok. ‘’Dengan adanya perpustakaan keliling ini, target kita bisa terpenuhi tahun 2016,’’ bebernya.

Untuk itu, dengan program pembenahan nanti target tersebut bisa terpenuhi dengan kunjungan langsung ke perpustakaan. ‘’Ini yang menjadi target kita di samping ingin membuat saran abaca yang ideal,’’ tutupnya. (**)