Baju Bergambar Palu Arit Ditemukan di Lobar

Ilustrasi

MATARAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mewaspadai keberadaan dan perkembangan ideology Partai Komunis Indonesia (PKI).  Pasalnya, telah ditemukan lagi sebuah baju PKI yang dikenakan oleh seorang warga di Lombok Barat, Sabtu lalu (18/2). Kepala Bangkesbangpoldagri Provinsi NTB, H Lalu Syafi’i mengatakan, sebuah ideology tidak akan pernah bias dihapus, dibubarkan atau dihilangkan. Hal ini harus disadari oleh semua masyarakat agar terus waspada akan bahaya PKI. “Sudah ditemukan ada warga yang pakai baju PKI, aparat langsung bertindak cepat setiap ada temua,” ucapnya kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (19/2).

Warga yang menggunakan baju berlambang PKI tersebut atas nama Nurul Azmi, 30 tahun asal Dusun Bengkel Utara Timur Desa Bengkel kecamatan Labuapi. Namun, warga tersebut mengaku tidak mengetahui jika baju yang digunakan merupakan lambing PKI.

Awal diketahui masalah ini, saat Nurul keluar dari rumahnya dan dilihat menggunakan lambang PKI oleh Kepala Urusan Ketertiban dan Keamanan (Kaur Tantib) Desa Bengkel, Fatah. Setelah itu Fatah langsung mengamankan baju tersebut bersama Kepala Dusun (Kadus) setempat dan dilaporkan ke Babinsa disana.

Alasan warga tersebut, baju dibeli pada salah satu penjual baju bekas di wilayah Cakranegara sekitar 8 bulan lalu. Namun karena tidak pernah duduk di bangku sekolah dan tidak bisa baca tulis, sehingga tidak mengetahui arti dari lambang dan tulisan pada baju yang dibelinya. “Apapun alasannya, kita harus tetap waspada. Apalagi baju dijual di wilayah NTB,” kata Syafi’i.

Baca Juga :  Dispora Lobar Datangkan Fadlin Latih Cabor Atletik

Menurut Syafi’i, paham PKI memang tidak bisa dihilangkan. Namun langkah yang harus diambil oleh semua pihak yaitu mencegahnya untuk hidup dan berkembang. “Mereka akan tetap berusaha untuk hidup kembali. Dan PKI ini akan memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk berusaha bangkit dan berkembang,” ungkapnya.

Oleh karena itu, masyarakat harus jeli dan tetap waspada. Apabila ada orang yang dicurigai menganut PKI, diharapkan langsung melaporkan ke aparat terdekat. Mengingat, apabila dibiarkan maka PKI bias saja berkembang dan tumbuh subur kembali.

Kekhawatiran berkembangnya PKI di NTB cukup beralasan. Mengingat, NTB memiliki sejarah yang banyak tentang PKI dan tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya. Bahkan pada masanya beberapa warga NTB menjadi pengurus pusat partai terlarang tersebut.

Penduduk NTB yang menjadi PKI dulunya terbagi dalam kelas A, B dan kelas C. Warga NTB yang masuk kategori kelas A merupakan pengurus pusat, sedangkan kelas B adalah pengurus daerah dan yang paling banyak adalah kelas C, yaitu tidak terlalu banyak mengetahui tentang PKI.

Baca Juga :  Pemkab Lobar dan KLU Bertemu

Sampai saat ini, generasi PKI masih memelihara ajaran yang diturunkan padanya. Rasa dendam tentu masih ada karena ayah atau kakeknya pernah dibunuh. Buktinya, eksistensi PKI NTB juga dengan menciptakan lagu berbahasa Sasak. Ajaran-ajaran yang berbau provokasi dan doktrin ala PKI juga disebarkan di NTB seperti doktrin ‘Ganyang Tujuh Syetan Desa’.

Salah satu tokoh masyarakat yang cukup mengetahui sejarah PKI, H Abdul Kadir saat ditemui Radar Lombok beberapa waktu lalu juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar mewaspadai PKI. Pasalnya, paham berlambangkan palu dan arit tersebut menurutnya berkembang bebas di wilayah NTB.

Pria yang menjadi Ketua Legion Veteran NTB itu mengungkapkan, selama ini komunis mempersiapkan diri secara perlahan-lahan namun pasti. Gerakannya massif, terselubung dan terstruktur. “Pantauan saya, sejak lama ada gerakan komunis di NTB. Mereka masih tersembunyi seperti gerakan bawah tanah,” kata mantan Bupati Lombok Timur itu.

Persoalan komunis tidak bsia dipandang remeh, ideologi dan pemikiran-pemikirannya terus dikembangbiakkan. Apabila dibiarkan begitu saja, maka ideologi tersebut akan semakin kuat di wilayah NTB. (zwr)

Komentar Anda