Baehaqi Beri Penjelasan Terkait Sisa Masa Jabatannya sebagai Sekda Lobar

OPD : Kegiatan “ Setda Menyapa OPD” yang dilakukan oleh Sekda Lobar H. Baehaqi di salah satu kantor OPD beberapa waktu lalu. (Ist/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Selain rencana mutasi pejabat eselon II, ada juga isu yang cukup hangat di Lombok Barat. Yakni soal jabatan Sekda Lombok Barat yang saat ini dijabat oleh H. Baehaqi. Baehaqi sendiri akan pensiun pada tanggal 31 Desember 2022. Ia berencana kembali ke dunia lamanya yakni sebagai pengajar begitu selesai dari jabatan Sekda. Ia telah mengajukan izin ke kementerian terkait untuk kembali ke kampus sebagai dosen.

Pengajuannya sebagai dosen ini yang membuat ramai. Sejumlah pihak menyebut izin dan SK Baehaqi sebagai dosen telah keluar. Karenanya dia harus segera menentukan sikap apakah menjadi dosen atau tetap sebagai Sekda. Jika SK dosen telah keluar, sejumlah pihak ini mendorong agar Baehaqi diganti oleh seorang pelaksana tugas (Plt) Sekda hingga adanya Sekda definitif lewat mekanisme yang ada. Pihak yang lain memandang dorongan agar Baehaqi segera diganti didalangi oleh sejumlah pejabat yang berkeinginan menjadi Sekda. Berdasarkan serapan koran ini. Ada beberapa nama yang memang diperkirakan akan bersaing untuk menjadi Sekda seperti H. Ilham, H. Saikhu, H. Fauzan Khusniadi dan H. Agus Gunawan

Kemarin di ruang kerjanya, Baehaqi memberikan penjelasan terkait sisa masa jabatannya. Ia membenarkan akan pensiun tanggal 31 Desember tahun ini. Ia juga tidak membantah telah mengajukan diri sebagai dosen untuk salah satu perguruan tinggi di Mataram.  Namun ia menegaskan, sampai sekarang SK dirinya sebagai dosen belum keluar. Begitu  SK keluar, maka ia tidak keberatan mundur dari jabatan Sekda. “ Ini kan baru pengajuan, tergantung kapan SK saya keluar. Kalau belum keluar, maka saya tetap pensiun tanggal 31 Desember nanti,” ungkapnya.

Ia meminta hal ini tidak perlu dipolemikkan. Pengajuan diri sebagai dosen adalah ancang-ancang yang lumrah sebagai tempat mengabdi setelah tidak lagi menjadi Sekda. Masalahnya, katanya, sampai sekarang SK itu belum keluar. Berarti Baehaqi akan tetap jadi Sekda hingga pensiun akhir tahun nanti. Penentuan Sekda baru nanti akan ditentukan diantaranya lewat mekanisme seleksi. Sekitar pertengahan tahun pansel penentuan Sekda kemungkinan terbentuk. “ Jadi mari kita fokus mengerjakan apa yang menjadi tugas kita masing-masing,” pintanya.

Sebagai seorang Sekda, Baehaqi mengklaim terlah melakukan sejumlah program utama yang bertujuan meningkatkan kualitas birokrasi di Lombok Barat terutama menyangkut kualitas ASN-nya. Ia misalnya mengklaim ada peningkatan kedisiplinan ASN dalam bekerja dalam beberapa tahun terakhir. Ada juga klaim peningkatan kinerja OPD serta meningkatnya kualitas koordinasi antar OPD. Salah satu program yang tengah dijalankan adalah “Setda Menyapa OPD”. Program ini berjalan sejak tahun lalu. Tahun ini program ini dilanjutkan. Sekda turun langsung ke kantor OPD untuk memberikan pengarahan serta untuk mengetahui problem yang ada di masing-masing OPD. Kemarin misalnya, Sekda turun ke kantor Dinas Perizinan Lombok Barat. Di kantor ini Sekda memberikan pengarahan kepada ASN setempat. “ Tidak hanya saya. Ada juga tim yang dipimpin oleh asisten. Jadi semua OPD kita datangi. Supaya kita tau kondisi yang ada di masing-masing OPD itu,” ungkapnya.(git)