Babinkamtibmas Diperintahkan Rutin Turun ke Masyarakat

SELONG—Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono, melakukan silaturrahmi dengan angggota Babinkantibmas, Jum,at kemarin (3/4). Kesempatan itu, perwira bintang satu ini menyampaikan masukan dan saran kepada para anggota Babinkamtibmas.

Khusus di wilayah Polres Lotim, anggota Babinkamtibmas diingatkan agar lebih rutin turun dan berbaur dengan masyarakat. Cara ini dinilai sangat tepat, sehingga anggota Babin bisa mengetahui lebih detail semua persoalan yang terjadi ditengah masyarakat.

Dengan demikian, keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) ditengah masyarakat bisa terjamin. “Para Bhabinkamtibmas agar tidak  pilih kasih dalam mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat,” pinta Umar.

Disampaikan, sebagai pengayom masyarakat, anggotanya harus memberikan pelayanan sepenuh hati. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan diberikan ke masyarakat.

BACA JUGA :  PNS Diminta Netral Melayani Publik

Siapapun, baik si kaya, terlebih yang miskin, semuanya harus dirangkul menjadi satu. Kerena mereka semua punya hak sama mendapat perlindungan dari aparat penegak hukum. Setiap masyarakat yang butuh pertolongan, supaya segera diberikan bantuan.

“Berikan pelayanan ke  masyarakat sepenuh hati. Tanpa membedakan masyarakat yang satu dengan yang lain. Dimata hukum mereka semua sama,” tekannya.

Dengan batuan dan pertolongan setulus hati, hal tersebut tidak akan menurunkan wibawa seorang polisi. Dari itu, dimana pun ditugaskan, Babinkatibmas yang seharinya selalu berbaur dengan masyarakat, harus bisa berbuat dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

BACA JUGA :  5 Kafilah NTB Melenggang ke Final

Terutama bagaimana bisa menjalin silaturahmi, sehingga ikatan emosional kepolisian dan masyarakat semakin menyatu. “Dengan pendekatan seperti itu, maka akan tercipta pola Kamtibmas yang benar-benar diharapkan, dan diidam-idamkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Keberadaan Babinkamtibmas ini diangap sebagai ujung tombak, dalam menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap intitusi kepolisian. Sehingga dipesankan, selama menjalankan tugas, anggotanya harus setulus hati.

Jangan sampai terpengaruh dan goyah dengan sanjungan dari mana pun. Karena itu akan menciderai kepribadian sebagai anggota polisi. “Jangan mudah goyah dengan sanjungan murahan segelintir orang akibat telah mendapatkan pertolongan. Karena itu bukan seorang bhayangkara sejati,” pungkasnya. (lie)