Ayo Guardiola, Mari Minum Wine

LANJUTKAN TRADISI: Keinginan Jose Mourinho melanjutkan tradisi minum wine menjamu pelatih lawan bisa menjadi ajang rekonsiliasi dengan Pep Guardiola.

MENYEBUT istilah Toast of Wine, maka ingatan akan langsung mengingat sosok Sir Alex Ferguson. Pasalnya sepanjang era Fegrie-lah tradisi untuk mengundang nahkoda tim lawan agar bersedia datang dan meminum wine bersamanya setelah pertandingan lazim dilakukan.

Namun, tradisi tersebut hilang dari Old Trafford seiring dengan berakhirnya era Fergie pada musim panas 2013 silam. Nah, baru pada era Jose Mourinho musim inilah tradisi tersebut coba kembali dihadirkan. Dan, Mourinho menandainya ketika bentrok derby Manchester malam nanti WIB.

Ya, Mourinho dikabarkan ingin memulai tradisi toast of wine ala Fergie tersebut dengan mengundang Guardiola. ''Mourinho ingin mempertahankan tradisi bersulang segelas wine dengan pelatih lawan tersebut di kantornya setelah pertandingan,'' sebut salah satu media Inggris The Sun, dalam salah satu artikelnya beberapa waktu lalu.

Dengan panasnya tensi pertemuan antara Mourinho dengan Josep Guardiola sejak di La Liga enam tahun silam, kontan saja tulisan yang diturunkan The Sun itu membuat publik bertanya-tanya. Beberapa media bahkan menyebut bakal ada rekonsiliasi antara kedua pelatih ini dengan undangan Mourinho itu.

Apalagi, Guardiola juga mengungkapkan kesediannya untuk memenuhi undangan dari Mourinho tersebut. Itu diungkapkan Guardiola dalam konferensi pers-nya di Etihad Campus – sebutan kamp latihan City – tadi malam WIB. ''Saya akan memenuhinya, asal kalau memang dia mengundang saya (untuk minum wine bersama),'' ungkap Guardiola.

Dilansir dari Mirror, pelatih yang berkebangsaan Spanyol tersebut tidak menyebut bahwa undangan minum bir bersama itu sebagai sebuah psywar Mourinho. Bahkan, saat sehari sebelum konferensi pers kemarin Guardiola merasakan sesuatu berbeda yang ada di Manchester.

Derby Manchester menurut Guardiola tidak sepanas seperti yang diberitakan oleh media-media di Inggris. ''Kemarin (Kamis waktu setempat, Red), saya makan malam di sebuah restoran. Fans United masih bisa mengatakan hai kepada saya, fans City pun ada yang memeluk saya,'' ungkap Guardiola.

Terlepas dari jawaban Guardiola itu, Mourinho memang dikenal sebagai pelatih yang tidak pernah menolak undangan Fergie untuk minum wine setelah pertandingan. Kebiasaan itu bahkan sudah dilakukan sebelum Mourinho pergi ke Inggris. Tepatnya di saat Mourinho masih menangani Porto tahun 2004.

Tepatnya pada babak 16 Besar Liga Champions 2003-2004. Saat itu, Porto yang di bawah asuhan Mourinho lolos ke perempat final setelah menahan United 1-1 di Old Trafford pada leg kedua. Saat dressing room Porto tengah berpesta merayakan hasil itu, Fergie ditemani Gary Neville mengetuk pintu dan Fergie mengundang Mourinho agar datang ke kantornya untuk minum wine bersama.

Tradisi itu bahkan berlanjut sampai saat Fergie pensiun. Bahkan saat kali pertama diperkenalkan ke publik Manchester bulan Juli lalu, Mourinho sempat menyebut Fergie dan jamuan minum wine-nya. Sebab, dilansir Daily Mail, Fergie tidak hadir dalam acara tersebut karena masih berlibur.

''Saran baginya (Fergie) begitu sudah datang dari liburan adalah bawalah sebotol wine kesukaan saya. Karena mulai saat ini kita akan banyak kesempatan bersama-sama. Saya yakin ketika setelah dia pulang dari liburannya kita akan banyak waktu untuk bertemu,'' bebernya saat itu.

Hanya, Mourinho beruntung dengan kesediaan Guardiola memenuhi undangannya untuk minum wine setelah laga. Sebab, jawaban itu yang tidak akan dia dapatkan ketika mengundang Antonio Conte. Nahkoda baru yang mengisi posisinya di Chelsea tersebut jauh-jauh hari sudah mengatakan tidak untuk tradisi minum wine bareng.

Apalagi andai The Blues – julukan Chelsea – dikalahkan Mourinho. ''Meski, saya akui saya memang menyukai anggur merah. Akan sangat berat bagi saya agar memenuhi undangan tersebut kalau tim saya kalah,'' tegas Conte. Pertemuan Mourinho dengan mantan klubnya itu akan terjadi pada 23 Oktober mendatang. (ren)