Ayo Berwisata ke Meninting Park!

GIRI MENANG –  Destinasi wisata di Lombok Barat bertambah lagi. Saat ini ada Meninting Park, yaitu taman hutan yang sudah disulap sedemikan rupa sehingga menjadi destinasi wisata yang sangat layak untuk dikunjungi.

Meninting Park ada di Dusun Peresak Desa Meninting Kecamatan Batulayar. Tempat wisata ini kurang lebih satu bulan sudah dibuka. Sejak awal dibuka, pengunjung mencapai ratusan orang. Mereka tertarik dengan suasana alam yang rindang, dengan ratusan pepohonan, dan tempat santai, serta berkumpul yang sudah dibuat oleh pemilik taman ini.

Saat koran ini datang berkunjung, pengunjung sedang ramai sekali menikmati suasana alam layaknya di hutan, ditemani berbagi jenis makanan dan minuman yang sudah disediakan oleh pengelola.

Konseptor Meninting Park, Yusuf, menjelaskan, konsep Meninting Park adalah konsep hutan kota. “Jungle in the Town,” dimana dilahan yang luasnya sekitar 25 are tersebut tumbuh ratusan jenis pepohonan, yang menjulang tinggi, yang kini sudah ditata sedemikian rupa cantik, sehingga menjadi tempat wisata, bagi keluarga, maupun  anak muda.”Konsep kami, Meninting Park ini, adalah tempat wisata hutan di tengah kota,” katanya.

Awalnya tempat ini, adalah lahan yang tidak terurus, hanya ditumbuhi ratusan pohon, yang tumbuh liar, awalnya pemilik lahan ingin membangun vila di tempat ini, namun secara tidak sengaja pihaknya mendapatkan inspirasi dari salah satu artis di televisi yang memiliki pohon, hanya dua pohon namun bisa ditata dengan baik dan menjadi tempat yang indah.” Inspirasi saya dari salah satu artis, yang dulunya kita mau buat vila, kita ubah menjadi taman,” jelasnya.

Ada sekitar 110 pohon yang ada di kawasan ini, kata Yusuf, pohon tersebut berupa, pohon salam, pohon enao, dan berbagai pohon yang lainnya.  Semua fasilitas yang ada di taman ini terbuat dari kayu, tapi untuk diketahui, tidak ada satupun pohon yang ada di kawasan ini ditebang untuk membuat fasilitas di tempat ini.” Tidak ada satupun pohon yang kita tebang, semau bahan tempat duduk dan sebagainya kita gunakan kayu bekas bongkaran vila,” tegasnya

Malahan ketika ada warga yang menebang pohon kayu di sekitar tempat wisata ini, pemilik malah membeli kayu tersebut untuk dimanfaatkan di kawasan hutan. Semua bahan material yang ada di tempat ini, mulai dari cafe dan restoran, tempat duduk berupa rumah panggung, rumah bilik, panggung dan lainnya semua mengunakan bahan bekas, yaitu bahan bekas rumah yang rusak akibat  gempa tahun 2018,  dan bongkaran vila.” Material yang kita pakai bekas rumah yang rusak akibat gempa,” tuturnya.

Pihaknya membutuhkan waktu selama kurang lebih enam bulan untuk mendesain taman ini, hingga menjadi cantik, ratusan jenis lampu, juga terpasang di pohon dengan berbagai ornamen, belum lagi juga disediakan tempat fasilitas bermain bagi anak-anak.

Tujuan Yusuf membangun tempat wisata ini, karena di kawasan wisata Batulayar yang ada hanya wisata pantai saja, sedangkan jika warga masyarakat ataupun Kota Mataram yang ingin berwisata ke hutan atau wisata alam, lokasinya cukup jauh jaraknya. Tetapi dengan adanya Meninting Park, maka masyarakat memiliki pilihan lain yang lebih dekat sebagai tempat wisata, jika ingin menikmati suasana alam dibawah pepohonan.” Kalau ingin menikmati alam dengan suasana pepohonan, tidak perlu pergi jauh-jauh, sekarang sudah ada di  di Meninting,” ajaknya.

Tempat wisata tidak lengkap  tentunya jika tidak ada kuliner atau makanan, untuk soal makanan kata Yusuf,  ditempat ini sudah tersedia berbagai macam jenis makanan, mulai dari makanan tradisional hingga moderen, (fasfood), soal harga,  dijamin sangat terjangkau dan sesuai dengan kantong para pengunjung.” Makanan yang kamu sediakan makanan Nusantara yang murah tapi bukan murahan, dengan kualitas hotel bintang,” terangnya.

Disatu sisi, keberadaan taman ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, karena ada puluhan warga masyarakat dari dusun, setempat bekerja ditempat ini, Selain sebagai pekerja, mereka juga mendapatkan pemasukan dari keberadaan parkir kendaraan para pengunjung.” Alhamdulillah semua pekerja dari masyarakat sekitar, begitu juga untuk parkir dikelola oleh masyarakat sekitarnya juga,” jelasnya.

Agar para pengunjung tidak bosan, agar datang kembali, Yusuf mengatakan, pengelola tentu akan terus melakukan inovasi dan kreativitas, untuk menarik para pengunjung, sehingga mereka tidak hanya datang satu kali, melainkan akan terus datang kembali. “Inovasi akan terus kami lakukan untuk memanjakan para pengunjung,” imbuhnya. (ami)