Australia Siap Serahkan Rp 6,08 Miliar ke Lobar

I Made Arthadana
I Made Arthadana (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG – Lombok Barat merupakan satu-satunya kabupaten di NTB yang mendapat program pemeliharaan jalan kabupaten dari Australian Aid Indonesia Infrastructure Initiative (INDII) melalui program Provincial Road Improvement and Maintanence (PRIM) 2017. PRIM sendiri seperti diketahui pertama kali diprogramkan Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Australia di NTB dengan menyasar jalan provinsi. Namun kali ini diperluas menjadi jalan kabupaten, kendatipun tetap programnya bernama PRIM.

Lobar pun menjadi satu-satunya kabupaten yang mendapatkan PRIM. Metode kerjasamanya, INDII meminta Pemkab Lobar menganggarkan dulu seluruh paket pekerjaan jalan senilai Rp 30,429 miliar lebih. Setelah nanti pekerjaan tuntas 100 persen, baru akan diganti 40 persennya atau sekitar Rp 12,171 miliar lebih. Verifikasi penuntasan pekerjaan sendiri dilakukan dua kali, pada Juni dan November. “Verifikasi dari INDII ini sangat ketat, tetapi untungnya kita banyak dibantu juga dari Dinas PU (Pekerjaan Umum) Provinsi, kemarin sudah tuntas verifikasinya 100 persen,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar I Made Arthadana.

Dengan sudah tuntasnya verifikasi tahap I pada Juni, maka pada Juli nanti Australian Aid melalui INDII akan membayar ke Lobar sekitar Rp 6,08 miliar. Kemudian nanti setelah verifikasi tahap II tuntas pada November, maka pada Desember nanti kembali akan dibayarkan sekitar Rp 6,08 miliar. Sehingga tuntas pembayaran penggantian pekerjaan sebesar 40 persen dari nilai proyek.

Lebih lanjut untuk proyek yang dikerjakan dalam PRIM ini terbagi dalam tiga paket. Paket I yakni rehabilitasi Ruas Jalan Montong Buwuh-Lendang Bajur (Pasar Gunungsari ke arah Batulayar) sepajang 4,1 KM, serta pemeliharaan 11 ruas jalan di sekitarnya sepanjang 21,6 KM dengan total nilai kontrak Rp 14,58 miliar lebih. Kemudian Paket II yakni rehabilitasi Ruas Jalan Pasar Narmada-Batu Kumbung sepanjang 2,8 KM, serta pemeliharaan 21 ruas jalan di sekitarnya dengan total nilai kontrak Rp 13,039 miliar lebih. Terakhir Paket III Swakelola pemeliharaan rutin 17 ruas jalan di Kecamatan Sekotong, Lembar dan Gerung. “Yang swakelola ini, kita buat tim kerja sendiri, anggarannya itu Rp 2,8 miliar,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, terpilihnya Lobar oleh Australian Aid mendapatkan PRIM itu tidak mudah. Proposal pengajuannya dimulai pada 2015. Kemudian dilanjutkan pada akhir 2016. Lobar sendiri terpilih karena memang banyak akses jalan kabupaten yang berada di daerah strategis, khususnya akses menuju lokasi pariwisata. Selain juga Lobar mendapatkan bantuan dari Dinas PU NTB dan Dirjen Bina Marga Kementerian PU untuk melobi program ini.

Lebih lanjut dikatakan, Dirjen Bina Marga sendiri memberikan sinyal kepada Lobar untuk dibantu pengusulan kembali PRIM pada 2018 dan 2019, dengan catatan harus mengestimasikan berapa kemampuan daerah untuk PRIM pada 2018 dan 2019. “Kita sudah estimasi kemampuan kita, pada 2018 sekitar Rp 50 miliar dan 2019 sekitar Rp 75 miliar,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan adanya PRIM ini maka akan mempercepat kemantapan jalan kabupaten di Lobar, di samping penganggaran dari APBD. “Kemantapan jalan kabupaten di Lobar saat ini 58 persen, karena cukup banyak jalan desa yang naik statusnya menjadi jalan kabupaten. Pada 2019 itu ditargetkan harus bisa setidaknya 60 persen, tetapi kita akan kejar 65 persen,” tandasnya. (zul)

BACA JUGA :  Para Kades Lobar Tegaskan tak Berpolitik Praktis