Audit Proyek Taman Rinjani Selong Telah Tuntas

DLHK Telah Ajukan Pembayaran

Setelah hasil audit dikeluarkan, maka dinas terkait harus memenuhi kewajibannya untuk segara melakukan pembayaran sesuai volume pengerjaan. “Kalau tidak salah, mungkin sudah dibayar,” sebutnya.

Setelah proyek ini diputus kontrak katanya, maka untuk sementara proyek itu tidak dianggarkan di APBD 2018. Bahkan yang bersangkutan juga sempat menanyakan langsung ke Tim Penyusun Anggaran Pembangunan Daerah (TAPD), dan memang tidak dianggarkan kembali. “Kemungkinan di APBD Perubahan bisa dianggarkan. Barang kali bisa. Karena APBD Perubahan itu kan sekitar bulan Juli,” paparnya.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Taman Rinjani Selong, Makrifatullah, menegaskan kembali bahwa dari hasil audit yang telah dilakukan Inspektorat, maka volume pengerjaan yang telah dilakukan kontrak setelah diputus kontrak sebesar 27,40 persen.

Namun yang bersangkutan tidak mengetahui secara pasti berapa nominal yang harus dibayar. Yang jelas besaran pembayarannya itu tinggal melihat volume pengerjaan dengan nilai anggaran. “Kalau proses pembayaran sudah kita layangkan ke Badan Keuangan. Tapi kita belum tau pasti apakah sudah deal (setuju) atau tidak,” jawabnya.

Apa yang menjadi kewajiban mereka, terkait sejumlah persyaratan untuk dilakukan pembayaran, semuannya telah diajukan ke instansi terkait. “Tugas kita disini kan hanya membuat SPM, SPP, dan kwitansi. Kemudian kita serahkan ke Badan Keuangan,” pungkasnya. (lie)