Audit Proyek Taman Rinjani Selong Telah Tuntas

DLHK Telah Ajukan Pembayaran

Audit Proyek Taman Rinjani Selong Tuntas
PROYEK GAGAL: Tampak ketika para petugas inspektorat melaksanakan audit (pengitungan) volume proyek pengerjaan Taman Rinjani Selong yang dipastikan gagal dikerjakan tahun 2017 lalu. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

SELONG—Inspektorat Lombok Timur (Lotim) telah tuntas melakukan audit terkait perhitungan volume pengerjaan proyek revitalisasi Taman Rinjani Selong, yang telah dikerjakan kontraktor, setelah proyek itu di putus kontrak sepihak beberapa waktu  lalu.  Dari hasil itu audit itu, besaran volume pengerjaan yang telah dilakukan kontraktor baru mencapai 27,40 pesren.

Selanjutnya hasil audit itu diserahkan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Lotim, selaku pihak yang menangani proyek ini. Dan itu yang akan dijadikan acuan untuk menentukan besaran nilai pembayaran pengerjaan kepada pihak kontraktor. Bahkan Dinas LHK Lotim pun telah mengajukan syarat untuk dilakukan pembayaran.

“Kita mengauditnya berdasarkan kontrak. Kalau kontraktor mengklaim volume pengerjaan lebih, itu kan hanya klaim. Tapi mana buktinya?” kata Inspektur Inspektorat Lotim, Haris, Kamis kemarin (4/3).

Dikatakan, dari 27,40 persen volume pengerjaan berdasarkan audit tersebut, maka nilai pengerjaan yang akan dibayar ke kontraktor sekitar Rp 1 miliar lebih. Sementara pihak kontraktor sebelumnya menyebut dari pengerjaan yang telah dilakukan, mereka mengaku telah mengeluarkan uang sekitar Rp 2 miliar lebih.

“Yang jelas kontraknya Rp 4,9 miliar. Maka tinggal dikalikan volume pengerjaan, maka itulah yang harus dibayar. Jadi tidak bisa dibayar Rp 2 miliar seperti di klaim kontraktor,” lanjut Haris.

BACA JUGA :  Pagar Proyek Taman Rinjani Selong Mulai Dibongkar