Atraksi Gila Master Limbad Bertaruh Nyawa di Praya

ATRAKSI: Master Limbad diapit dua pengawalnya mengangkat tangannya usai atraksi dibakar selama setengah jam lebih (DHALLA/RADAR LOMBOK)

Magician fakir Master Limbad memamerkan kebolehannya di panggung lapangan pacuan kuda Praya Lombok Tengah, Sabtu malam (31/12/16). Dia memeragakan beberapa atraksi gila dengan bertaruh nyawa selama 17 jam.

 

 


Dalaah & Saparudin-Praya


 

Lapangan pacuan kuda Praya Lombok Tengah, mulai disesaki manusia sejak pukul 07.00, Sabtu (31/12/16). Mereka hendak menyaksikan langsung penampilan atraksi magician fakir Master Limbad. Jam itu, dia dijadwalkan akan menarik truk tronton menggunakan rambutnya. Namun, aksi itu tak bisa dilanjutkan  mendadak tak bisa dilanjutkan.

Pengkait rantai yang dugunakan sang master untuk meraik truk tersebut putus. Konon, rantai itu putus karena kekuatan tenaga dalam yang dikeluarkan Limbad berlebihan. Seketika itu juga, master berambut gimbal ini pingsan. Meski demikian, Limbad tetap nekat melakukan aksinya dengan rambut digantung selama berjam-jam dimulai pukul 09.00.

Tetapi, atraksi kedua ini kembali gagal. Kurang lebih setengah jam, Limbad harus diturunkan dengan alasan petir karena turun hujan. Kesehatannya juga dikabarkan memburuk akibat terlalu memaksakan diri dalam atraksi itu. ‘’Sebenarnya kesehatannya sudah tidak memungkinkan,’’ ungkap dr Wahyu yang merawat Limbad hari itu.

Pukul 16.00 Wita,  barulah Limbad kembali beratraksi melanjutkan untuk digantung setelah sekian jam terhenti. Di sini, Limbad mampu memukai penonton. Jantung penonton dag dig dug deg-degan. Karena sebelum dikerek ke tiang gantuangan, Limbad memakan ribuan paku minus di kalayak ramai. Dia menyuapi paku itu layaknya makanan biasanya yang begiu lezat.

Setelah selesai, barulah Limbad dikerek ke atas tiang setinggi 12 meter. Kurang lebih satu jam, dia kemudian diturunkan dan langsung kembali pingsan. Dia harus dilarikan ke RSUD Praya, untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut keterangan dr Rudi, kesehatan Limbad memang tidak membaik. Penyakit batu ginjalnya kambuh sehingga dia disarankan untuk tidak melanjutkan atraksinya. Tetapi, sang magicer tetap nekat melakukan aksinya. ‘’Master Limbad ada penyakit lama yang kambuh. Yaitu batu ginjal, bukan karena semata-mata karena aksinya,’’ terangnya.

Senada diungkapkan Manajer Master Limbad, Niko, bahwa kesehatan Limbad sebenarnya tidak begitu baik. namun, karena merasa sudah kadung berjanji akan menghubur masyarakat Lombok Tengah, maka dia memaksakan untuk meneruskan aksinya. Termasuk aksi dibakar di dalam peti selama setengah jam. ‘’Sebenarnya beliau disarankan untuk tidak melanjutkan aksinya. Tetapi beliau ngaku sudah kadung janji akan beratraksi,’’ ungkap Niko.

Dag dig dug. Nafas penonton kembali dibuat sesak. Bukan lantaran jejalan lautan manusia yang tumpah di lapangan pacuan kuda Praya. Tetapi, oleh aksi gila Master Limbad. Dia akan dibakar di dalam peti ukuran 2 x 60 meter. Sejurus setelah memasuki peti, api kemudian mulai menyala. Tak hanya di dalam peti tetapi juga di luar peti.

Sebagian penonton berteriak histeris. Sebagian lagi mengeluarkan suara sumbang, bahwa atraksi gila itu hanya tipuan. Limbad diduga kuat masuk tirai hitam anti api. Dia berada di belakangnya, bukan dibakar. ‘’Atraksi ini bohong semua,’’ teriak H Anwar. ‘’Harus diingat ini atraksi sulap, bukan adu kesaktian,’’ sahut salah seorang anggota polri di sampingnya.   

Setelah selesai dibakar, Limbad pun akhirnya keluar dengan abu disertai pakaian compang-camping. Baju dan celananya robek di sana sini. Rambut dan seluruh tubuhnya dipenuhi abu. Padahal, hasil pembakaran api dengan kayu basah itu tanpa itu meninggalkan abu.

Dia kemudian dipandu keluar dua pengawalnya. Sesaat dia mengangkat tangannya tanda kesuksesan dirinya memerankan atraksi itu dengan selamat. ‘’Ini hanya akal-akalan saja. Paling dia masuk tirai hitam itu,’’ celetuk warga lainnya. (**)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid