Atletik Tambah 1 Emas dan 2 Perak

BANDUNG–Kontingen NTB kembali menambah medali emas di PON XIX Jawa Barat.

Pelari Andrian  yang turun di nomor 400 meter gawang putra  berhasil  mempersembahkan medali emas. Berlomba di  di Stadion Pakansari Cibinong Kabupaten Bogor, Jumat kemarin  (23/9), Adrian Yasmin   keluar sebagai pemenang dengan catatan  waktu 51. 83 detik. Medali perak diraih oleh pelari Lampung Iwan Budianto dengan catatan waktu 51.97 detik dan medali perunggu diraih pelari  Maluku Budi Ahmad Prayogo 52.32 detik.

Selain meraih emas, Andrian juga berhasil  memcahkan rekor PON."Saya merasa tidak maksimal namun alhamdulillah bisa memecahkan rekor PON kali ini,’’ ucapnya usia lomba.

Andrian mengaku bersyukur dengan  prestasi yang diraihnya ini. Apalagi medali emas ini diraih di hadapan keluarganya yang datang menyaksikannya berlomba. '' Terima kasih kepada semua masyarakat NTB yang telah memberikan dukungan sehingga bisa mempertahankan medali emas seperti PON 2012 lalu,'' ujarnya.

Pelatih Andrian,  I Gusti Bagus Wirasantana mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan tugas bisa mengantarkan Andrian meraih  medali emas. Dengan kemenangannya ini, maka Andrian akan memperkuat Indonesia di ajang internasional. '' Kemenangan ini, tentunya sebagia bentuk pengabdian kepada masyarakat NTB,'' tutupnya.

Berbeda dengan Andrian yang berhasil meraih emas, sprinter andalan NTB Fadlin yang turun di nomor 200 meter  putra gagal meraih medali emas. Turun di nomor spesialisnya, Fadlin hanya meraih medali perak dengan catatan waktu 21.18 detik. Emas diraih pelari asal Sumatera Barat (Sumbar) Yaspi Boby  dengan catatan waktu 21.02 detik. Yaspi juga yang mengalahkan Fadlin di 100 meter putra sehari sebelumnya.  Sementara perunggu diraih  pelari Jawa Timur  Heru astriyono 21.26 detik. Sedangkan Iswandi hanya mampu bertengger di urutan ke-5. "Kita sudah berupaya maksimal namun Yaspi memang hebat," ucap pelatih sprinter NTB Subagio.

Fadlin meminta maaf kepada masyarakat NTB karena gagal mempertahankan medali emas yang diraihnya pada PON 2012 di Riau. Dirinya sudah berupaya maksimal namun masih kalah dari Yaspi.

‘’Kami minta maaf kepada masyarakat NTB tidak bisa menyumbang medali emas di PON Jawa Barat ini,’’ ucapnya.

Kegagalan meraih medali emas juga terjadi di lari nomor 800 meter putra. Ridwan yang diharapkan meraih medali emas seperti PON 2012 di Riau, hanya mampu meraih medali perak.

Asa meraih medali emas sebenarnya terlihat sejak awal lomba. Begitu pistol dibunyikan,  Ridwan  yang turun di lintasan 5 langsung memimpin. Beberapa meter menjelang garis finis, Ridwan disalip pelari  asal Banten, Budiman Holle.  Ridwan hanya mampu mencatatkan waktu 

1.51.81 detik.

Koordinator pelatih atletik Kapten Muhdar mengatakan,  kekalahan Ridwan karena ulah Haris atlet asal NTB yang memperkuat Jawa Barat. ‘’Ini kecurangan Haris atlet yang berasal dari NTB namun memperkuat tuan rumah menyikut Ridwan sehingga konsentrasi dan mentalnya terpengaruh,’’ ucapnya.

Dikatakan Muhdar, dirinya bukan mencari-cari alasan atas kekalahan Ridwan. ’’ Saya mengakui kekalaan namun kekalahan itu  akibat kecurangan tuan rumah melalui Haris atlet NTB yang durhaka itu,’’ ungkapnya.

Pihaknya akan membalas di nomor 1.500 meter. Ridwan diharapkan bisa meraih medali emas. ’’ Besok kita buktikan di nomor 1.500 meter,’’ ucapnya seraya meminta dukungan masyarakat NTB.(cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut