Atlet BMX Ngambek Tidak Dilibatkan di Porkot

JUARA: Inilah sejumlah atlet-atlet BMX Kota Mataram yang berhasil betsinar di PON 2016 dan menjadi juara (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Cabang olahraga (cabor) BMX Kota Matatam memliki prestasi membanggakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 Jawa Barat. Namun demikian, cabor ini tidak diikutsertakan dalam Pakan Olahraga Kota (Porkot) Mataram.

"Wajar kalau atlet dibuat ngambek. Padahal kita berhasil menyumbangkan medali emas di PON," ungkap pelatih BMX Kota Mataram, Junaedi, Minggu (20/11).

Lantaran tidak dilibatkan, tak heran jika Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Mataram dan provinsi jadi sasaran kekesalan atket dan pelatih. Sehatusnya, ajang Porkot juga harus diikuti demi mencari bibit atlet dan pembinaan yang berkelanjutan.

Keluhan Junaedi ini bukan tanpa alasan. Pada PON 2012 dan 2016 kemarin, secara berturut berhasil menyumbangkan medali bagi NTB. Ketidakikutsertaan di ajang ini disebutnya sebagai upaya mematikan kreativitas atlet.

Pelatih yang biasa dipanggil Edet ini mengaku tak habis pikir. Jika ISSI Kota Mataram tidak serius membina atlet, ia mengaku lebih baik membela daerah lain.

Alih-alih diikutkan, ia mengaku kecewa dengan dilibatkan cabor tertentu yang justeru belum memberikan kontribusi bagi daerah. Namun begitu, ia enggan membeberkan cabor mana saja yang belum memiliki prestasi signifikan itu.

Pihaknya mengaku merasa dianaktirikan dalam Porkot Mataram 2016. Seharusnya pengurus ISSI disebutnya memiliki malu karena bisa diselamatkan muka mereka dengan prestasi cabor BMX.

Terpisah, ketua panitia Porkot, Mansur SH MH mengatakan, terkait dengan tidak diperlombakan atlet BMX merupakan keputusan dari cabor masing-masing. "Kami serahkan sepenuhnya sama ISSI terkait dengan hal itu,'' ucapnya.

Karena prestasi BMX yang cuku cemerlang, dipastikan cabor ini akan dipertimbangkan mengikuti gelaran yang sama pada tahap berikutnya. (cr-adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid