Atlet Berprestasi IKIP Mataram Diapreasiasi Gubernur

Atlet Berprestasi IKIP Mataram Diapreasiasi Gubernur
APRESIASI: Sejumlah atlet mahasiswa asal IKIP Mataram diberikan penghargaan dalam proses WISUDA IKIP Mataram.

MATARAM—Ada warna berbeda dalam prosesi wisuda Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (IKIP) Mataram, Kamis kemarin (26/10). Di acara itu, sejumlah mahasiswa yang tercatat sebagai atlet berprestasi di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) Makassar 2017 diberikan apresiasi.

Beberapa nama yang karib di telinga seperti Safwaturrahman, Putu Yogi Iswari serta Nanang Fahmi diberikan penghargaan. Rata-rata mahasiswa ini tercatat sebagai atlet skuad Pelatda NTB.

“Mereka ini berhasil mempersembahkan medali emas di ajang Pomnas di cabang olahraga mereka masing-masing,” ungkap Ketua Yayasan Pembina IKIP Mataram H Lalu Rusmiady dalam sambutannya.

Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), IKIP Mataram diharapkan terus mengengembangkan diri melalui inovasi produktif, khususnya dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi (PT). Langkah ini disebutnya sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

Tak hanya peraih medali emas, pihak IKIP juga memberikan penghargaan terhadap atlet peraih medali perak dan perunggu. Rata-rata mereka diganjar bonus Rp 3 juta. Bahkan mereka juga bebas Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama tiga tahun.

Mahasiswa peraih medali perak mendapat bonus Rp 2 juta dan bebas UKT selama dua tahun. “Sedangkan mahasiswa yang meraih medali perunggu meraih bonus Rp 1 juta dan bebas UKT selama satu tahun,” ujarnya.

Atas prestasi itu, Gubernur NTB, TGB HM Zainul Majdi, memberikan apresiasi atas sumbangsih dalam memajukan daerah, khususnya dalam bidang olahraga. Terhadap wisudawan dan wisudawati, ia berpesan agar mengembangkan diri dan mengamalkan ilmunya.

Tercatat sebanyak 798 mahasiswa IKIP Mataram diwisuda. Prosesi wisuda diikuti dari sebelas program studi (prodi).

Rektor IKIP Mataram Prof Kusno mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan atas pencapaian gelar sarjana dan magister dalam bidang pendidikan. Ia menyebut lulusan kampus yang dipimpinnya sebagai asset daerah dan bangsa.

“Karena itu, lulusan yang ada agar tetap senantiasa menjaga silaturrahmi dengan kampus,” ungkapnya.

Di tempat sama, Koordinator Kopertis VIII Bali-Nusra Prof I Nengah Dasi Astawa mengatakan, wisuda adalah titk akhir dari serangkaian prosesi akademik. Di lain sisi, wisuda merupakan tanda dari peralihan startus mahasiswa untuk menjalani kehidupan yang nyata. (cr-rie/adv)