Atap Ruang Kelas SDN 2 Santong Lombok Timur Ambruk

SDN 2 Santong
MEMPRIHATINKAN: Kondisi bangunan SDN 2 Santong yang atapnya ambruk pada tanggal 7 Maret kemarin, tapi sejumlah anak didik terpaksa berlajar karena tidak ada ruang kelas. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

SELONG – Atap dua Ruang Kelas Belajar (RKB) milik Sekolah Dasar Negeri 2 Santong, Desa Santong Kecamatan Terara, Lombok Timur ambruk.

Peristiwa itu terjadi diduga karena kondisi bangunan sekolah tersebut sudah tua dan belum pernah diperbaiki.  “Atap bangunan sekolah ini ambruk pada tanggal 7 Maret lalu. Beruntung peristiwanya terjadi malam hari,” ungkap Kepala SDN Santong, Lalu Sumegeb, Rabu kemarin (14/3).

Ia mengatakan, kondisi sekolah ini memang sudah sangat tua. Dimana bangunan SDN 2 Santong ini dibangun pada tahun 1974.

Sebenarnya, sekolah ini sudah mendapat rehab dari pemerintah dengan bantuan hibah Belanda pada tahun 2000  lalu. Hingga berita ini diturunkan dinas terkait belum memberikan respon.

“Saya laporkan ke pemerintah sudah sering. Pengawas yang datang ke sini juga pernah kita sampaikan, tpi belum ada respon,” ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, pada tahun 2014 lalu. Sekolah ini pernah memasukkan proposal ke dinas pendidikan setempat. Selain itu, pada 2016 lalu sekolah ini kembali mengajukan laporan ke dinas terkait tapi tak kunjung ditanggpi.

Disampaikannnya, bangunan sekolah yang ambruk saat ini sebanyak dua ruang kelas yaitu kelas II dan kelas III. Akan tetapi, melihat kondisi bangunan yang lain, tidak menutup kemungkinan akan ambruk, dalam waktu dekat.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, H Lalu Sundi mengaku, belum mengetahui jika SDN 2 Santong ambruk. Jika informasi itu benar adanya, dipastikan akan ditangni oleh dinas.

Ia mangatakan, sekolah yang ambruk sesegera mungkin akan dilakukan perbaikan. Jika tidak, keselamatan anak didik di sekolah itu bisa berbahaya. (wan)