Asyiknya Naik Gajah di Kebun Binatang Mini di Lombok Utara

kebun binatang
GAJAH: Empat Gajah asal Sekolah Gajah Way Kambas, Provinsi Lampung, yang menjadi ikon kebun binatang mini, Lombok Elephant Park di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

WISATA bersama keluarga ke kebun binatang, kini tidak perlu jauh-jauh sampai keluar daerah segala. Di Pulau Lombok, tepatnya di Kabupaten Lombok Utara, kini juga telah dibuka untuk umum, wahana kebun binatang mini, Lombok Elephant Park.


SIGIT SETYO-LOMBOK UTARA


Lombok Elephant Park  berlokasi di  Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.  Dari Kota Mataram berjarak sekitar 25 kilometer, dapat ditempuh melalui jalur Mataram – Gunungsari – Pusuk – Pemenang – Sigar Penjalin – Lombok Elephant Park. Juga dapat melalui jalur dari Mataram – Senggigi – Pemenang – Sigar Penjalin – Lombok Elephant Park.

Kebun binatang ini seluas  sekitar 4 hektar. Tentu berbeda jauh dengan kebun binatang diluar daerah yang luas lahannya bisa mencapai puluhan hektar, atau bahkan ratusan hektar. Namun begitu, koleksi binatang-binatang yang ada di Lombok Elephant Park termasuk lumayan banyak juga.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Sesuai namanya, Lombok Elephant Park, maka yang menjadi ikon kebun binatang mini adalah keberadaan 4 Gajah berukuran besar, yang katanya langsung didatangkan dari Sekolah Gajah di Way Kambas, Provinsi Lampung.

Termasuk keempat Pawang Gajahnya yang berasal dari Bogor. Mereka adalah para Pawang yang memang sejak awal Gajah itu masuk di Sekolah Gajah, keempatnya yang melatih dan mendampingi. Bahkan hingga sampai di Pulau Lombok sekalipun, tak terpisahkan. Sehingga tak heran kalau Gajah-Gajah itu terlihat sangat penurut sekali dengan Sang Pawang.

Pengunjung selain dapat memberikan langsung makanan kesukaan Gajah, seperti pisang atau umbi-umbian yang telah disediakan pengelola Lombok Elephant Park.  Dengan membayar Rp 100 ribu yang merupakan harga promo, pengunjung juga dapat naik Gajah itu berkeliling kawasan sekitar 20 menit.

Selain Gajah, di Lombok Elephant Park ini juga ada aneka jenis Burung Kakak Tua yang jinak, bahkan bisa diajak selfie (swa foto) oleh pengunjung. Kalau ingin foto yang bagus, di Lombok Elephant Park juga ada fotografer yang siap mengambil pose-pose gambar pengunjung bersama binatang-binatang koleksi kebun binatang mini ini. “Jangan takut bayar, waktu di foto oleh fotografer gratis kok. Cuma kalau pengunjung ingin dicetak fotonya, maka pihak pengelola akan mengenakan biaya Rp 130 ribu per lembar foto. Tapi kalau pengunjung tidak mau juga tidak apa-apa kok,” kata Dian Andayani, salah satu pengunjung.

Selain Gajah dan aneka jenis Burung Kakak Tua, juga ada Burung Rangkong, Burung Hantu, Burung Nuri, Sepasang Beruang Madu, Buaya, Sepasang Kuda Nil, Sepasang Orang Utan, Sepasang Siamang, dan Sepasang Bekantan. Konon di Lombok Elephant Park dalam waktu dekat ini juga akan kedatangan penghuni baru, binatang Komodo dan Singa, yang katanya kini masih dalam tahap pengurusan administrasi dan perijinannya.

Lombok Elephant Park sendiri baru beroperasi sejak tanggal 1 Maret 2017 kemarin. Untuk tiket masuk lokasi, pengelola saat ini masih mengenakan harga tiket promo, setengah harga. “Untuk dewasa tiket masuk Rp 50 ribu, dan anak-anak Rp 30 ribu. Sementara untuk anak-anak dibawah usia 2 tahun gratis,” tutur Dian, yang hari itu berkunjung bersama suami dan kedua anaknya.

Lombok Elephant Park buka mulai pukul 09.00 Wita – 18.00 Wita. Karena lokasi kebun binatang ini berada di perbukitan yang hijau, maka udara sekitarnya juga sejuk dan segar. Selain itu, di lokasi juga tersedia bangunan-bangunan untuk pengunjung beristirahat, setelah capai keliling wahana.

Menariknya, jalan keliling lokasi wahana kebun binatang ini juga dilengkapi jalur untuk kereta bayi, dan kursi roda. Sehingga memudahkan pengunjung yang berkebutuhan khusus untuk menikmati keindahan alam dan kejenakaan aneka satwa didalamnya.

Meskipun di dalam kebun binatang juga dilengkapi restauran dengan menu yang lumayan lengkap. Tetapi pengunjung tetap diperbolehkan membawa makanan dan minuman sendiri. “Sekeliling jalan juga dilengkapi dengan bak-bak sampah, untuk memudahkan para pengunjung membuang sampah makanan dan minuman yang dibawanya,” pungkas Dian. (*)