Astra Motor NTB Edukasi Pelajar Keselamatan Berkendara

Astra Motor NTB
LATIHAN : Tim safety riding Astra Motor NTB bersama siswa SMKN 2 Praya Tengah. LUKMAN HAKIM /RADAR LOMBOK

MATARAM – Tim Safety Riding Honda dari Astra Motor NTB  tetap konsisten memberikan edukasi kepada pelajar untuk berkendara sepeda motor secara aman dan nyaman.  Tim Astra Motor NTB kali ini memberikan edukasi safety riding (berkendara aman) kepada siswa SMK Negeri 2 Praya Tengah  pada Sabtu (11/10).

Puluhan siswa SMKN 2 Praya Tengah antusias menerima kejadiran tim Safety Riding Astra Motor NTB untuk memberikan pemahaman serta pengetahuan berkendara dengan cara aman dan nyaman.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB Sugian mengatakn, sosialisasi berkendara dengan aman ini ditujukan kepada para pelajar, dimana pada usia siswa SMK sudah mulai banyak dan cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

“Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Honda kepada para pengendara sepeda motor, khususnya sepeda motor Honda di kalangan pelajar,” kata ujar Sugian.

Honda motor sebagai salah satu produsen besar sepeda motor di Indonesia, terus gencar dalam menggelar sosialisasi keselamatan berkendara. Sosialisasi ini juga disambut baik oleh kepala SMK Negeri 2 Praya Tengah dan para siswa yang antusias mengikuti edukasi safety riding.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan oleh Sugian selaku instruktur dari tim Safety Riding Honda Astra Motor NTB terkait faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan yang sering terjadi.

Sugian menjabarkan, faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya dapat di kelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu berdasarkan faktor manusia, lingkungan dan faktor kendaraan. Faktor manusia bisa  karena ketika sedang emosi atau tidak mematuhi peraturan lalu lintas ketika mengendarai kendaraan akan menyebabkan kecelakaan, lalu kondisi motor yang kurang baik serta jalanan yang licin akibat hujan.

Selain itu, tim instruktur Safety Riding Astra Motor NTB juga mengajarkan teknik dasar berkendara kepada puluhan siswa SMKN 2 Praya Tengah.

Praktik berkendara meliputi penggunaan atribut keselamatan berkendara, pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, bagaimana teknik mengerem yang baik, cara menikung yang benar dan menjaga keseimbangan tubuh saat berkendara.

“Untuk mengerem yang baik terutama untuk motor model sport, kita tidak boleh menggunakan rem depan saja atau rem belakang saja. Namun ketika ngerem, harus ada kolaborasi antara rem depan dan belakang,” jelas Sugian.

Selain itu tim safety riding Honda juga mengajak seluruh peserta untuk mencoba langsung cara berkendara yg baik sekaligus melatih ketangkasan berkendara melalui praktik slalom dan papan keseimbangan. Praktik berkendara yang baik dan aman diikuti oleh para siswa ini bertujuan untuk melatih ketangkasan juga melatih mental keberanian siswa agar mampu dan berani tampil di depan umum. (luk)

 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid