Astra Apresiasi Generasi Muda Gigih Tebar Inspirasi

Thomy Arga Budhi Pratomo (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-60, PT Astra Internasional Tbk kembali memberikan apresiasi bagi generasi muda yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh penjuru tanah air.

PT Astra Internasional Tbk mempersembahkan “Semangat Astra Terpadu (SATU) Indonesia Awards 2017”, dengan memberikan apresiasi kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Kesehatan, Teknologi dan satu kelompok yang mewakili lima kategori tersebut.

Koordinator Wilayah  Astra Group Mataram, Thomy Arga Budhi Pratomo mengatakan, seiring dengan semangat Sumpah Pemuda, PT Astra Internasional Tbk mempersembahkan Semangat Astra Terpadu (SATU) Indonesia Awards 2017 bagi generasi muda yang tak kenal lelah memberi manfaat (inspirasi) bagi masyarakat.

Apresiasi ini sebagai salah satu bentuk perhatian PT Astra Internasional kepada generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitarnya. “Apresiasi Indonesia Awards 2017 ini sebagai ajang mencari mutiara anak bangsa yang konsisten memiliki tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitarnya,” kata Thomy, Sabtu (22/7).

Dikatakan, apresiasi Indonesia Awards 2017 untuk periode menerima pendaftaran dari generasi muda bangsa di Indonesia pada tanggal 20 Maret hingga 10 Agustus 2017, melalui website www.satu-indonesia.com. Dimana didalam situs website resmi pendaftaran apresiasi Indonesia Awards 2017, sudah disiapkan form untuk di isi langsung oleh generasi muda yang memenuhi persyaratan, dengan batasan usia maksimal 35 tahun, dengan kategori individu atau kelompok minimal beranggotakan 3 orang. “Untuk kegiatan yang diajukan itu harus orisinal menjadi syarat mutlak,” jelas Thomy.

Thomy mengatakan, apresiasi diberikan pada lima anak bangsa untuk perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi, dan satu kelompok yang mewakili 5 kategori tersebut.

Adapun syarat dan ketentuan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 adalah berusia maksimal 35 tahun, individu atau kelompok minimal 3 orang, kegiatan harus orisinal, kegiatan telah berlangsung selama 1 tahun, belum pernah menerima penghargaan nasional/internasional, bukan karyawan grup Astra dan Tempo Media group, dan dapat mendaftarkan orang lain yang memenuhi persyaratan dan ketentuan mengikuti SATU Indonesia Awards 2017.

Untuk mulai tahun 2017 ini, akan diadakan seleksi tingkat provinsi yang akan mendapatkan apresiasi. Jika selama ini pelaksanaan Indonesia Awards yang dilaksanakan setiap tahun dari tahun 2010, hingga sekarang ini, seleksi dilakukan langsung di Astra Internasional Pusat. Namun, untuk Indonesia Awards 2017 ini, usulan peserta terlebih dahulu akan diseleksi tingkat provinsi.

Sementara itu, penerima apresiasi tingkat nasional masing-masing kategori akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 60 juta dan pembinaan kegiatan. “Kami berharap yang ikut mendaftar dari Provinsi NTB bisa tembus ratusan orang. Karena generasi muda di NTB ini banyak yang memiliki potensi luar biasa untuk bisa lolos seleksi nasional,” kata Thomy.

Apresiasi Indonesia Awards yang digelar Astra Internasional juga pernah diraih oleh dua orang generasi terbaik asal Provinsi NTB, yakni apresiasi di tahun 2013 dan Apresiasi untuk tahun 2014.

Pada tahun 2013, salah seorang generasi muda kelahiran Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, atas nama Maharani, ketika itu masih berusia 34 tahun. Maharani menggantungkan harapannya pada pohon gaharu. Keprihatinannya menyaksikan Provinsi NTB yang begitu kering dan tandus, membuatnya bekerja keras untuk mengajak masyarakat beramai-ramai menanam pohon gaharu di pekarangan rumah.

Pohon gaharu (Gyrinops versteegii) merupakan pohon yang selama ini tumbuh liar di hutan-hutan NTB. Namun banyak orang yang memburu pohon ini di hutan karena kandungan gubal atau lapisan kayu hitam yang bisa dijual dengan harga Rp Rp 5 juta – Rp 40 juta per kilogram.

Tahun 2009, ia mengumpulkan 50 pemilik pohon gaharu dan membentuk Forum Petani Pencinta Gaharu di NTB. Kelompok ini menjadi wadah pertukaran dan penyebaran informasi tentang tanaman gaharu. Atas perhatian sosial yang begitu besar terhadap lingkungan, Maharani berhasil meraih apresiasi Indonesia Awards 2013.

Selanjutnya tahun 2014, putra terbaik asal NTB, kembali mendapatkan apresiasi Indonesia Awards. Ketika itu yang berhasil adalah Marwan Hakim, seorang Ustadz sekaligus tokoh pendidikan di Desa Aikperapa, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Meskipun disegani, namun penampilan Marwan sangat bersahaja. Tak ada topi putih yang menjadi atribut dan menandakan bahwa dia seorang Ustadz. Tak jarang orang di luar Desa Aikperapa menganggapnya sebagai tukang ojek.

Namun kiprahnya dalam memajukan pendidikan di daerah itu patut diperhitungkan. Ia memelopori pendirian SMP dan SMA di Aikperapa. Sejak 2002, ia menyemangati anak-anak yang tamat SD untuk melanjutkan sekolah. Maka, didirikanlah SMP di rumahnya. Itulah SMP pertama di Desa Aikperapa. Selanjutnya, ia dan kawan-kawan juga mendirikan SMA. “Kami berharap di Indonesia Awards 2017 ini akan kembali ada tokoh muda yang memberi inspirasi dan berhasil meraih apresiasi Astra Internasional,” harapnya.

Pemilihan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 ini melibatkan panelis dari PT Astra Internasional Tbk, dan Tempo media group, serta lima panelis, yaitu Prof. Emil Salim, Dosen Lingkungan Hidup Pasca Sarjana UI, Prof. Dr. Fasli Jalal, Guru Besar Pasca Sarjana Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. F. Nila Moeloek, Menkes RI, Tri Mumpuni, pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan dan Dr. Onno W Purbo, Pakar Teknologi Informasi. (luk/adv)