ASN Tidak Kompak, TGM: Tenggelamkan Saja

TGH Mujiburrahman (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Sindiran satir dilontarkan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman (TGM) agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kota Mataram tetap kompak dan solid. Sindiran ini terucap saat kegiatan Wali Kota Mataram menyapa seluruh ASN secara virtual (zoom meeting), kemarin (22/3).

Kota Mataram diibaratkan seperti perahu. Dimana harus saling membantu satu dengan yang lain. Jika tidak kompak dan ada yang berusaha membocorkan perahu. Maka seluruh penumpangnya bisa tenggelam dan karam bersama.

Tapi sebagai nahkoda, dirinya dan Wali Kota Mataram bisa mengambil keputusan dengan menindak tegas pihak yang membocorkan perahu. Bahkan layaknya kata sakti yang terkenal dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Puji Astuti. Pembocor perahu Kota Mataram kata TGM agar ditenggelamkan saja. “Sebelum perahu tenggelam. Dia yang kita tenggelamkan. Ini untuk keselamatan yang lebih banyak,” ujarnya mengibaratkan untuk menindak tegas pejabat yang tidak kompak.

TGM mengatakan, layar perahu Kota Mataram saat ini siap terkembang. Semua pihak diharapkan untuk bekerja sama. Untuk satu tujuan memajukan dan mensejahterakan Kota Mataram. “Mari mendayung perahu bersama untuk menuju pulau yang bernama harapan untuk Mataram (Harum),” katanya.

Kekompakan ASN kata dia harus tetap terjaga. ASN juga tidak perlu saling menjatuhkan. Karena seluruhnya berada di naungan yang sama. Maka harus saling membantu dengan yang lain. “Ingat kita satu organisasi, satu perahu. Kita harus saling memback up satu dengan yang lain. Jadi sinergitas masing-masing OPD sangat diperlukan,” ungkapnya.

Dia juga mengajak ASN untuk tidak melupakan wilayah spiritual dalam melaksanakan rutinitas. ASN Kota Mataram adalah umat beragama. Oleh karena itu harus tetap menjaga kualitas ibadah sesuai agama masing-masing. Hiruk pikuk kegiatan tugas, tidak lantas meninggalkan ibadah.

Secara khusus, untuk ASN beragama Islam. TGM menekankan agar 10 menjelang azan berkumandang. Sudah mulai bersiap untuk melaksanakan ibadah solat lima waktu. “Bisa di musola masing-masing. Jika tidak memungkinkan bisa di tempat kerjanya. Diharapkan semua membawa sajadah untuk yang muslim dan muslimah. Paling maksimal 10 menit sudah selesai kita beribadah dan kembali beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

“Sementara untuk pejabat dan pegawai non muslim juga menyesuaikan dengan ibadahnya masing-masing.  Dengan keterbatasan kita. Maka kita harus tetap mendekatkan diri dengan zat yang tidak memiliki keterbatasan. Dia adalah Allah, Tuhan yang maha kuasa. Mari selaraskan ikhtiar kita dengan doa kepada Alloh. Agar kita semua sampai di pulau yang bernama harapan untuk Mataram,” tegasnya.

Sedangkan Sekda Kota Mataram, Dr H Effendi Eko Saswito memuji ajakan yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Mataram. Eko mengatakan, memang seharusnya ASN harus kompak untuk mencapai tujuan bersama seperti yang direncanakan. “Bagus tadi penyampaian beliau untuk mengingatkan ASN agar tetap kompak,” katanya. (gal)