ASN Meninggal Covid-19, Gedung B Kantor Bupati Loteng Ditutup

Rapid Tes, Lima ASN Hasilnya Reaktif

DIGEMBOK: Ruang Bagian Umum Setda Lombok Tengah di Kantor Bupati Loteng, tampak digembok, setelah ada kebijakan bekerja dari rumah selama tiga hari, setelah sebelumnya ada seorang ASN meninggal Covid-19. (M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Setelah salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng), berinisial A, 55 tahun, asal Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, meninggal karena positif Covid-19. Maka kini rekannya para ASN mulai bekerja dari rumah. Terlebih hasil rapid test yang dilakukan sebelumnya, ada lima ASN lain yang dinyatakan reaktif.

Karena itu, Pemkab Loteng mengambil langkah dengan melakukan pelayanan dari rumah, atau bekerja dari rumah. Saat ini tampak ruang yang berada di gedung B, yang diisi bagian kesekretariatan daerah (Setda) sudah di gembok. Penutupan dilakukan selama tiga hari, mulai Rabu kemarin (21/10). Sebelumnya juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Loteng, Murdi menegaskan bahwa langkah yang dilakukan ini untuk melakukan sterilisasi. Dimana para ASN akan bekerja dari rumah. Pihaknya juga sudah melakukan rapid tes terhadap ratusan ASN, dan ditemukan setidaknya ada lima ASN yang reaktif. Sehingga langkah selanjutnya oleh tim masih terus melakukan penelusuran.

“Jadi saat ini akan dimulai  work from home atau bekerja dari rumah. Insya Allah Senin depan kegiatan sudah mulai normal kembali. Sebelumnya ada 111 orang yang diambil sempel plasma darahnya. Hasilnya lima reaktif, dan untuk saya sendiri Alhamdulilah non reaktif,” ungkap Murdi, saat dihubungi Radar Lombok, Rabu kemarin (21/10).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, H Lalu Herdan. Pihaknya mengaku bahwa penutupan kantor bupati dilakukan selama tiga hari. Hanya saja, penutupan dilakukan di gedung B, atau gedung utama yang diisi oleh jajaran Setda Lombok Tengah. “Jadi (penutupan) hanya gedung tengah yang merupakan gedung utama. Isinya hanya jajaran Setda saja seperti Kabag dan lainnya,” ungkapnya.

Disampaikan juga, meski kantor ditutup, namun para ASN ini tetap akan bekerja dari rumah. Sehingga dipastikan berbagai tugas yang ada saat ini akan bisa dikerjakan dari rumah. “Yang jelas kita tetap bekerja meski dari rumah. Penutupan juga akan kita lakukan hanya tiga hari, dan Senin nanti sudah berjalan dengan normal,” terangnya.

Penutupan ini dilakukan, karena memang sebelumnya sudah dilakukan penyemprotan di berbagai ruangan di gedung B ini. Sehingga memang dibutuhkan waktu untuk sterilisasi sesuai dengan SOP yang berlaku. Disatu sisi, memang ada lima ASN yang dinyatakan reaktif, meski pihaknya enggan membeberkan ASN ini bekerja di dinas mana.

“Jadi reaktif lima orang ini juga sudah kita sarankan untuk isolasi mandiri dulu. Tapi secara detail nama yang lima orang ini belum saya lihat. Termasuk hasil kontak dengan keluarga almarhum juga belum disampaikan. Yang jelas selama tiga hari kita bekerja dari rumah. Karena memang setelah disemprot maka akan dilakukan sterilisasi,” ungkapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaRampas Mobil di Jalan, Dua Debt Collector Diamankan
Berita berikutnyaRicuh, Eksekusi Tanah Pecatu Gagal