ASN KLU Mulai Masuk Amankan Aset dari Reruntuhan

ASN KLU Mulai Masuk
AMANKAN : Kepala Bapenda KLU H. Zulfadli dan jajarannya sedang mengamankan aset-aset dari reruntuhan kantor yang hancur akibat gempa. (AMANKAN : Kepala Bapenda KLU H. Zulfadli dan jajarannya sedang mengamankan aset-aset dari reruntuhan kantor yang hancur akibat gempa.(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG—Aparatur Sipil Negeri (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) diimbau mulai masuk pada Senin (13/8) kemarin guna mengamankan aset-aset atau dokumen penting yang tertimbun di reruntuhan kantor yang hancur akibat gempa hebat beberapa waktu terakhir. ASN pun dipersilakan menggunakan baju nonformal.

BACA JUGA: Semangat Para Siswa Di Tengah Duka Gempa, Tetap Ingin Sekolah Meski Rumah Hancur

Pantauan Radar Lombok di sejumlah SKPD, tampak sejumlah ASN sudah masuk seperti di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) KLU, sejumlah ASN tampak sedang mencari dan menyelamatkan aset dan dokumen penting dari sisa reruntuhan, kemarin.“Kita sudah masuk tapi belum bisa bekerja seperti biasanya, karena kita sekarang sedang mengamankan aset-aset yang bisa terselamatkan,” kata Kepala Bapenda KLU H. Zulfadli kepada Radar Lombok.

Aset-aset yang diamankan berupa komputer, laptop, dan lainnya. Sementara berkas-berkas tidak bisa dikeluarkan karena belum ada gudang penyimpanan yang lebih baik. Tempat penyimpanan yang ada saat ini kerusakannya tidak terlalu parah, hanya mengalami kerusakan plafon dan genting. “Kita butuh seminggu untuk membersihkan dan mengamankan aset-aset ini,” tandasnya.

Bila semua aset dan dokumen sudah diamankan, Tentunya seluruh ASN Bapenda diminta untuk masuk seperti biasanya dan bekerja di bawah tenda darurat atau diruangan yang masih layak digunakan. Karena bagaimanapun saat ini cukup banyak masyarakat wajib pajak bertanya, kapan pelayanan dibuka. “Jika gempa sudah berhenti kita masuk di ruangan yang bisa digunakan. Sedangkan ruangan yang rusak kita usulkan pada APBDP,” terangnya.

Khusus pelayanan perpajakan, pihaknya belum memikirkan untuk memutihkan seluruh pajak, meskipun kondisi masyarakat sedang mengalami musibah. Tetapi yang sudah diputuskan saat ini, seluruh denda pajak pada Juli-Agustus dihapus. “Kalau masalah pemutihan belum kita putuskan kearah sana,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) KLU H. Aris menerangkan, sejumlah ASN sudah masuk kerja bahkan turun mengecek pasar-pasar yang mengalami kerusakan. Nantinya data pasar yang rusak diserahkan ke BNPB. “Kita turun langsung mengecek pasar pasar yang mengalami kerusakan. Kalau masuk ke dalam kantor belum berani dengan situasi masih gempa,” terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) KLU Vidi Eka Kusuma mengatakan, pihaknya sudah mulai melayani proses pengajuan izin. Meski kondisi daerah belum stabil karena gempa, tetapi dinas tetap berusaha melayani masyarakat yang ingin mengajukan izin. “Hari ini sudah ada 4 yang mengurus IMTA dan kemarin juga ada 2 yang mengajukan ke kami,” terangnya terpisah.

BACA JUGA: Cerita Pilu Dari Korban Gempa, Ibu Meregang Nyawa demi Selamatkan Anak

Pelayanan perizinan tidak dilakukan di dalam kantor, melainkan ditenda khusus.“Jelas belum maksimal ini masih seadanya. Kami lakukan semuanya di tenda pengungsian,” katanya.

Sejauh ini bentuk izin yang bisa ditangani oleh dinas yaitu perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Usaha Perikanan, dan Izin Minol. Mengenai sistem pembayaran retribusi izin, disarankan non tunai. (flo)