ASN Diminta Tinggalkan Budaya Priyayi

HUT KORPRI: Puluhan ribu anggota Korpri mengikuti upacara HUT KORPRI di Silang Monas Sayap Selatan, Selasa kemarin (29/11).

JAKARTA – Ada risiko berat yang harus dihadapi Korpri, di saat memutuskan untuk membangun profesionalisme anggotanya.  Yakni mengubah budaya priyayi, mental penguasa, dan terkotak-kotak oleh birokrasi, menjadi berwawasan digital yang semakin pasti, semakin tegas dan semakin cepat.

Pesan itu kuat disampaikan Presiden Joko Widodo kepada pengurus Korpri. Karena itu, Presiden Jokowi menyerukan agar Korpri berubah menuju ke arah profesional sebagai pelayan masyarakat.

"Tingkatkan kedisiplinan, tanggung jawab dan orientasi kerja. Luruskan mindset masa lalu berupa ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptif serta terpaku pada hal-hal formalistik semata. Utamakan pada hal yang lebih substantif dan konkret bergerak," kata Jokowi.

Puluhan ribu anggota Korpri mengikuti upacara di Silang Monas Sayap Selatan.Mereka hadir dengan spirit berbangsa, bernegara, bertanah air, ber-Pancasila, ber-Bhinneka Tunggal Ika, dan ber-nusantara. Tema itu ditonjolkan, karena organisasi yang beranggotakan ASN ini memang berkewajiban untuk menjadi aparatur negara pelayan masyarakat dan contoh yang ideal.

"Konsep nusantara itu artinya, kompak, solid, tidak ada perbedaan dalam tubuh Korpri. Acara hari ini tidak hanya milik Korpri, tapi juga TNI, dan Polri. Kami ingin tampilkan budaya daerah dari 34 provinsi, termasuk aneka pakaian daerah," pesan Jokowi.

BACA JUGA :  Nambah Libur, ASN Dinanti Sanksi

Jokowi juga meminta anggota Korpri memperkuat jiwa korsa, meningkatkan profesionalisme birokrasi dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). "Berikan pelayanan publik yang makin murah, cepat, akurat dan lebih baik lagi. Lanjutkan kerja keras, kerja cerdas, ikhlas dan tuntas dalam pengabdian terbaik saudara terhadap bangsa dan negara," ujar Jokowi.

Dia pun mengajak jajaran Korps Batik Biru menjadi bagian dari solusi, bukan sebaliknya menjadi bagian masalah bangsa. "Lanjutkan revitalisasi, reaktualisasi dan inovasi dalam proses reformasi birokrasi. Hilangkan kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional," katanya.

Seperti diketahui, organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat kementerian, lembaga dan daerah.

Seperti lazimnya organisasi besar, Korpri pun ingin selalu melakukan transformasi agar tetap survive, bahkan mencapai puncak perkembangannya. (jpnn)