Aset Lobar Berpotensi Raib tanpa Arsip

Ilustrasi Aset Daerah

GIRI MENANG-Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Lombok Barat H. Muhammad Yamil mengatakan, keberadaan arsip sangat penting. Terlebih berkaitan dengan arsip yang menyangkut aset milik Pemkab Lobar.

Terdapat banyak contoh kata Yamil yang menyebabkan aset milik Pemkab Lobar hilang atau kalah di pengadilan dikarenakan ketiadaan arsip yang memadai. Misalnya saja aset di salah satu SD di Bengkel, yang kemudian memaksa Pemkab melakukan pembayaran. Kemudian contoh lainnya adalah aset di Loang Baloq. Saat itu Pemkab Lobar hampir kalah, namun arsip atas aset tersebut ditemukan. “Dan waktu itu ditemukan di dalam karung. Bayangkan, kalau saja kita tidak ketemukan, mungkin sekian luas aset kita akan hilang. Oleh karena itu, masalah arsip ini sangat penting sekali,” ujar pria yang masuk tiga besar calon Kepala DKPD Lobar ini, Kamis (2/4).

[postingan number=3 tag=”aset”]

Sudah cukup banyak contoh ketiadaan arsip yang memadai menyebabkan Pemkab kesulitan. Apalagi saat ini masih ada beberapa kasus lain yang masih berjalan. Di antaranya kasus aset SMPN 2 Gunung Sari yang diklaim.

Seperti dikorankan sebelumnya, penggugat aset SMPN 2 Gunung Sari menang di pengadilan tingkat pertama dan banding. Kini tengah diajukan kasasi ke Mahkamah Agung oleh Pemkab Lobar.

Oleh karena pentingnya persoalan arsip ini lanjutnya, Maret ini Pemkab Lobar akan kedatangan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan. Direncanakan Mustari akan memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala SKPD Lingkup Pemkab Lobar berkaitan dengan kearsipan. “Maret ini Kepala Arsip Nasional akan datang, memberi pengarahan tentang pentingnya arsip. Arsip harus benar-benar dijaga. KTP saja, itu merupakan arsip. Tidak punya KTP, maka kita tidak bisa buat SIM,” jelasnya. (zul)