ASA Diharapkan Menjadi Corong Masyarakat NTB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kelurahan Turida

SOSIALISASI: Anggota DPD RI Dapil NTB, H. Achmad Sukisman Azmy (ASA), pose bersama masyarakat Lingkungan Sayo Baru, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, usai menggelar sosialiasi empat pilar kebangsaan, Sabtu (15/2/2020). (abdi zaelani/radarlombok.co.id)

MATARAM—Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) derah pemilihan (Dapil) NTB, H. Achmad Sukisman Azmy (ASA), menggelar sosialiasi empat pilar kebangsaan, bertempat di Lingkungan Sayo Baru, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu (15/2/2020).

Sosialisasi dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai unsur, baik itu tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya. Dimana dalam sosialisasi, Sukisman juga menyerap berbagai apsirasi masyarakat, terhadap sejumlah persoalan dan tantangan yang terjadi saat ini.

“Kita berharap Bapak DPD RI, H. Achmad Sukisman Azmy (ASA) bisa menjadi corong bagi masyarakat NTB,” harap Kepala Lingkungan (Kaling) Sayo Baru, Kelurahan Turida, Saifullah, usai kegiatan sosialisasi.

Menurutnya, masyarakat yang ada di Sayo Baru, Kelurahan Turida ini menjadi terbuka dengan adanya kegiatan sosialisasi ini. Dan kegiatan ini adalah kali pertama dilaksanakan, dimana ada anggota DPD RI Dapil NTB yang langsung menyapa warganya.

“Ini kegiatan luar biasa untuk menyerap aspirasi, dan tentunya sosialisasi empat pilar kebangsaan ini menjadi salah satu perekat dalam hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Saifullah.

Sementara Anggota DPD RI Dapil NTB, H. Achmad Sukisman Azmy, menyatakan bahwa masyarakat yang ada di Lingkungan Sayo Baru, Kelurahan Turida ini heterogen. Namun yang paling penting, bagaimana membina persatuan dan kesatuan yang merupakan salah satu dari sila Pancasila.

“Pada prinsipnya bagaimana kita membina rasa persatuan dan kesatuan yang merupakan sila ketiga dalam Pancasila. Kemudian bagaimana kita membumikan lagi gotong-royong,” pinta Sukisman.

Dikatakan lebih lanjut oleh mantan Ketua PWI NTB ini, untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa ditengah berbagai tantangan, maka diperlukan kondisi sebagai berikut, yaitu terwujudnya nilai-nilai agama dan budaya bangsa, terwujudnya sila persatuan Indonesia, terwujudnya penyelenggaraan negara yang mampu memahami dan mengelola kemajemukan bangsa, apalagi masyarakat disini hetrogen.

Termasuk bagaimana menegakkan sistem hukum yang didasarkan pada nilai filosofis, membaiknya perekonomian nasional, terwujudnya sistem politik yang demokratis, dan banyak hal lainnya. “Dan juga memperkuat kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Jika mencermati kondisi masa lalu, masa kini dan masa depan imbuh Sukisman, maka untuk memperkokoh kembali nilai kebangsaan diperlukan pemahaman nilai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tentunya mengacu pada cita-cita persatuan dan kesatuan, ketahanan, dan kemandirian yang dijiwai nilai-nilai agama, nilai luhur bangsa dengan cara mengedepankan kejujuran, amanah, ketaladanan, dan tanggung jawab untuk menjaga kehormatan, serta martabat bangsa,” jelas Sukisman. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid