Arus Keluar Masuk Barang, NTB Sering Kecolongan

Sekda NTB Sebut Koordinasi SKPD Lemah

Arus Keluar Masuk Barang, NTB Sering Kecolongan
RAKOR TPID: Sekda Provinsi NTB, Dr H. Rosiadi Sayuti, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono, dan pejabat lainnya saat Rakor TPID NTB, Selasa kemarin (26/9). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Dr H. Rosiadi Sayuti, meminta sejumlah SKPD teknis untuk lebih aktif turun lapangan, memantau harga dan arus lalu lintas bahan pokok di NTB.

Pasalnya, selama ini arus keluar masuk bahan pokok melalui jalur pintu masuk pelabuhan sering terjadi kecolongan.“Selama ini arus keluar masuk barang di pelabuhan tidak terpantau. Ini disebabkan SKPD kurang aktif melakukan pemantauan,” kata Rosiadi Sayuti usai rapat koordinasi TPID NTB, Selasa kemarin (26/9).

Dikatakan, arus keluar masuk barang-barang kebutuhan pokok yang cukup vital sering kecolongan masuk maupun keluar NTB, tanpa dilakukan pendataan. Misalnya daging sapi yang masuk ke NTB melalui jalur di Pelabuhan Lembar. Padahal NTB merupakan lumbung ternak sapi, sehingga produksi daging tentunya cukup melimpah.

Sehingga ketika daging sapi dipasok dari luar, maka harga daging produk dalam daerah otomatis akan anjlok. Hal tersebut sudah beberapa kali terjadi, dan ternyata kurang dicermati oleh SKPD teknis terkait.

Karena itu, SKPD teknis seperti Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, serta Dinas Perdagangan Provinsi NTB untuk lebih aktif turun lapangan melakukan koordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan, baik ASDP Lembar maupun Pelindo.