APTI Apresiasi Rencana Kenaikan Harga Tembakau

Lalu Sahabuddin
Lalu Sahabuddin (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Upaya pemerintah untuk menutup kran impor tembaku dari luar, berdampak positif terhadap harga tembakau untuk petani lokal. Terutama untuk petani tembakau jenis Virginia. Dimana harga jual tembakau Virginia  direncanakan akan mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari harga tahun sebelumnya.

Terkait itu, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Lombok Timur (Lotim) sangat mengapresiasi rencana kenaikan harga tembakau tersebut. Bagi APTI, kebijakan tersebut dianggap sangat tepat, dan sangat menguntungkan para petani tembakau itu sendiri. Terutama petani yang ada di Lotim. “Alhamdulillah, kalau memang akan ada kenaikan harga. Karena itu yang  kita cari-cari,” ungkap Ketua APTI Lotim, Lalu Sahabuddin, Minggu kemarin (16/7).

Dengan kenaikan harga, jelas akan memberikan dampak yang besar untuk usaha budidaya tembakau itu sendiri. Jika harga naik, maka usaha budidaya tembakau pun akan semakin menggeliat. “Kalau harga naik, usaha budidaya tembakau akan menggeliat,” terangnya.

Namun  rencana kenaikan harga itu sebutnya, harus bisa dibuktikan, sehingga  tidak sekedar hanya sebatas wacana saja. Jika nanti harga tembakau mengalami kenaikan 20 persen seperti yang dijanjikan itu, maka perlu dilakukan pengawasan oleh pihak terkait, agar kenaikan harga ini sepenuhnya bisa dirasakan oleh para petani tembakau.

Baik itu pengawasan oleh pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat. “Saya rasa juga pemberdayaan ke petani sangat perlu dilakukan. Sehingga kesejahteraann mereka bisa terwujud,” harapnya.

Sebelumnya, Pemkab Lombok Timur melakukan pertemuan dengan sejumlah perusahaan tembakau dan petani  tembakau yang ada di Lotim. Dalam pertemuan itu, salah satu yang dibahas menyangkut harga tembakau.

“Sekarang kan sedang dibahas terkait RUU pembatasan impor tembakau. Meski ini masih dibahas, tapi praktiknya sudah mulai dibatasi. Sehingga oleh perusahaan membocorkan bahwa akan ada kenaikan harga 20 persen,” kata Wakil Bupati (Wabup) Lotim, Haerul Warisin.

Dikatakan Wabup, upaya pemerintah untuk melakukan pembatasan impor tembakau dari luar akan sangat menguntungkan para petani lokal. Sebab, jika tidak seperti itu, harga tembakau lokal akan tetap kalah bersaing dengan tembakau dari luar.

Hal ini disebabkan karena berbagai persoalan. Mulai dari soal biaya, pola  tanam dan sejumlah masalah lainnya. “Dan petani juga harus bisa memanfaatkan teknologi. Karena itu bisa mengurangi biaya. Kalau biaya kurang, dan harga produksi tingggi, maka petani tembakau akan sejahtera,” pungkas Warisin. (lie)